Masjid Al-Anshor, Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Jakarta


Halo Jakartans! Penyebaran Islam di Tanah Air, khususnya di DKI Jakarta sangat bervariasi. Bahkan, tidak sedikit yang meninggalkan jejak sejarah. Di Jakarta Barat, misalnya jejak sejarah bisa dijumpai di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora. Adalah Masjid Al-Anshor, yang terletak di tengah perkampungan padat penduduk ditenggarai saksi sejarah penyebaran agama Islam.

Di masa kolonial, bangunan masjid yang berdiri sekarang, disekelilingnya dikenal sebagai perkampungan pendatang dari bangsa Arab. Saat itu, penduduk pendatang cukup banyak, termasuk bangsa Tiongkok dan India yang berdatangan ke DKI Jakarta dan menetap di Pekojan.

Masjid Al-Ansor Pekojan tempo dulu

Masjid Al-Ansor Pekojan tempo dulu (via wikipedia.org)

Sebagai saksi sejarah, bangunan Masjid saat ini kondisinya masih terawat dengan sangat baik. Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1972 sudah menetapkan bangunan tersebut sebagai bagian dari cagar budaya yang harus dilindungi Undang-Undang dan dilakukan pengawasan langsung oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta.

Letak Masjid Al-Anshor sendiri berlokasi di Jalan Pengukiran II Rt 006 Rw 004 dan ada di dalam gang kecil di tengah rumah warga yang sangat padat. Dalam keseharian, warga sekitar biasa menggunakannya sebagai tempat ibadah dan juga pengajian. Namun, tak hanya warga saja yang datang, banyak juga yang sengaja datang ke Masjid hanya untuk sekadar sholat atau berwisata.

“Mungkin karena Masjid adalah bangunan bersejarah. Jadi banyak yang ingin melihat langsung,” ucap Wakil Pengurus Masjid Al-Anshor yang diketahui bernama Iskandar.

Masjid Al-Anshor yang berdiri sejak 1648 dan di tahun 1972 ditetapkan sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah

Masjid Al-Anshor yang berdiri sejak 1648 dan di tahun 1972 ditetapkan sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah (via tribunnews.com)

Diketahui, Masjid Al-Anshor adalah Masjid yang dibangun di masa kolonial, tepatnya pada 1648 atau 370 tahun yang lalu. Saat itu, masjid dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga yang hendak beribadah. Masjid tersebut bisa berdiri berkat jasa seorang warga India yang tinggal di Pekojan saat itu. Dia mewakafkan tanahnya seluas 1.703 meter persegi untuk dijadikan masjid.

Ihwal berdirinya masjid di Pekojan, Iskandar menuturkan bahwa itu dimungkinkan karena pada masa tersebut Pekojan adalah kawasan tempat tinggal yang disukai oleh warga DKI dan juga pendatang.

Kawasan Perniagaan

Tak hanya itu, Pekojan menjadi kawasan favorit, karena perkampungan tersebut juga dilintasi Kali Krukut yang dulu biasanya dilewati kapal-kapal dari Sunda Kelapa. Di masa lalu, sungai dan kali masih memegang peranan penting untuk jalur transportasi di DKI Jakarta.

Dua makam orang India di Masjid Al-Anshor Pekojan

Dua makam orang India di Masjid Al-Anshor Pekojan (via tribunnews.com)

“Orang India, Arab, atau Tiongkok kemudian memanfaatkan Pekojan sebagai kawasan transit maupun tempat tinggal bagi mereka. Biasanya, mereka datang ke Jakarta untuk berdagang,” tutur dia. Sebagai bangunan bersejarah, masjid Al-Anshor memiliki interior khas, yaitu terdapat empat pilar yang terbuat dari kayu dan kemudian diganti dengan marmer. Selain pilar, material kayu juga dipakai untuk hampir semua bangunan di masjid. Hanya sayang, saat ini material tersebut sudah diganti dengan beragam bahan yang lebih baru.

Menurut Iskandar, pergantian tersebut harus dilakukan, karena kayu rusak dimakan usia. Satu-satunya material kayu yang masih tersisa adalah bangunan galar atau balok kayu di langit-langit masjid. Sebagai bangunan yang tanahnya berasal dari wakaf seorang warga India, di sekitar masjid hingga saat ini terdapat dua makam (kuburan) yang diketahui adalah orang India. Namun, makam tersebut tidak diketahui identitasnya secara jelas, karena tidak ada nisan yang menerangkan secara pasti. Meski dua makam, namun diketahui kalau jasad yang dikubur adalah tiga orang. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.