Menengok Penyu Sisik Di Pulau Pramuka


Halo Jakartans! Kehidupan di Pulau Pramuka memberikan nuansa lain, tidak ada angkot, tidak ada mall, dan tidak ada hiruk pikuk kemacetan. Di sana ada keindahan dan pelestarian alam seperti penangkaran Penyu Sisik.

Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan kabupaten administrasi Kepulauan Seribu. Dibutuhkan waktu 2,5 jam menyeberang laut dari Muara Angke menggunakan kapal transportasi yang berangkat setiap harinya pukul 07:00 WIB dan 13:00 WIB. Tarifnya cuma Rp 65 ribu.

Karena keindahan alamnya pulau berpenduduk ini mulai kemudian menjadi daerah tujuan wisata. Jernihnya air laut yang biru, terumbu-terumbu karang yang indah dan pulau pasir putih di sekitar membuat setiap orang yang pernah datang ingin kembali lagi.

Pulau Pramuka memiliki fasilitas-fasilitas yang diperlukan warga atau wisatawan, seperti penginapan, rumah makan, rumah sakit, masjid dan lapangan olahraga. Di pulau ini juga ada penangkaran Penyu Sisik yang dikembangbiakan dan di rawat dalam satu area.

Rumah penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka

Rumah penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka (via indonesiakaya.com)

 

Penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (via detik.com)

Wisatawan dapat menyentuh langsung penyu-penyu itu untuk mendapatkan wawasan mengenai penyu ini. Apabila penyu-penyu ini sudah cukup umurnya, mereka akan dilepaskan ke habitatnya di laut lepas.

Salah satu keistimewaan pulau ini adalah keramahan warganya yang sering membantu, menyapa dan murah senyum. Memang sudah menjadi kebiasaan penduduk sekitar untuk saling membantu sesama karena hubungan persaudaraan masih sangat dekat antara warga yang satu dan yang lain.

Obyek wisata unggulan di pulau ini adalah gugusan terumbu karang yang tersebar di sekitar pulau. Dengan menggunakan baju pelampung, sepatu katak, masker dan snorkle, para wisatawan bisa melihat keindahan terumbu karang berwarna-warni secara langsung.

Menurut Sarip, salah satu penduduk di Pulau Pramuka, konon dahulu pulau ini kotor dan tak terurus. Kemudian beberapa rombongan pramuka datang ke pulau ini dan membersihkannya. Untuk menghormati jasa para pramuka itu akhirnya pulau ini dinamakan Pulau Pramuka.

Di penangkaran, penyu ditetaskan dari telur, kemudian ditangkarkan hingga cukup dewasa. Setelah dewasa, penyu-penyu ini kemudian dilepas lagi di laut.

Warna dan bentuk cangkang dari penyu ini unik, berbentuk seperti sisik yang bertumpuk teratur. Di bagian tepi sedikit tajam sehingga bila tidak hati-hati memegangnya, tangan bisa terluka.

Dulunya listrik di Pulau Pramuka masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang mengaliri seluruh rumah penduduk di pulau yang merupakan satu dari enam pulau berpenduduk di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Jikapun listrik telah menyala di sore hari, masyarakat juga menghidupkan listrik seadanya, karena jika beban memenuhi kapasitas listrik makan lampu akan mati otomatis. Mereka belum menikmati listrik 24 jam karena listrik bawah laut yang diprogramkan pemerintah DKI Jakarta saat itu belum sampai ke wilayah Utara Pulau Seribu, Kabupaten Pulau Seribu, Jakarta.

Penyu Sisik dewasa yang siap dilepas ke laut lepas

Penyu Sisik dewasa yang siap dilepas ke laut lepas (via direktori-wisata.com)

 

Salah satu kolam penangkaran Penyu Sisik

Salah satu kolam penangkaran Penyu Sisik (via buanapersadatama.blogspot.com)

Tetapi sekarang, seluruh Pulau Pramuka telah teraliri listrik selama 24 jam, termasuk Pulau Kelapa, Pulau Panggang, dan Pulau Karya. Jarak Pulau Pramuka termasuk cukup jauh dari daratan Jakarta, yakni sekitar 50 mile dari Pantai Marina Ancol.

Mayoritas penduduk di Pulau Pramuka berprofesi sebagai nelayan, ada juga yang bekerja sebagai pemiliki penginapan dan pedagang barang harian.

Alat trasnportasi warga berupa ojek tiga roda yang melintasi jalan kecil berpaving block. Sepeda motor roda tiga yang biasa digunakan untuk mengangkut barang yang dimodifikasi sehingga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.