Mengapa Harus Berkemah di Pulau Semak Daun?


Halo Jakartans! Berkemah tidak harus di gunung, ternyata buka tenda di pantai juga asyik lho… Bosan berkemah di pegunungan dan ingin menikmati suasana beda? Cobalah melancong ke Pulau Semak Daun di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau seluas tiga hektar ini menyajikan pesona pantai dengan hamparan pasir putih nan indah serta gemercik buih ombak yang tenang menggoda.

Semak Daun adalah pulau yang tidak berpenghuni. Karenanya, kita bebas menikmati kolaborasi aroma laut dan indahnya waktu matahari terbit dan tenggelam. Sensasinya tidak kalah dengan panorama di pegunungan. Mendirikan tenda, menyalakan api unggun, serta berbaring di hamparan pasir sambil menyaksikan bintang-bintang menghiasi langit malam menghadirkan ketenangan jiwa.

Suasana bertambah nyaman dengan sapuan hembusan angin yang memberikan sensasi rileks dan bebas. Pesona keindahan bahari yang menghadirkan ketenangan dan kenyamanan ini, menjadikan Pulau Semak Daun sebagai lokasi favorit pecinta wisata alam.

Pulau Semak Daun di gugusan Kepulauan Seribu

Pulau Semak Daun di gugusan Kepulauan Seribu (via youtube.com)

 

Dermaga di Pulau Semak Daun dengan hamparan pasir putih

Dermaga di Pulau Semak Daun dengan hamparan pasir putih (via indonesiakaya.com)

Untuk hari biasa ada 30-40 orang yang berkemah di sini. Tapi jika hari libur jumlahnya bisa 10 kali lipat, mencapai 400 orang. Seluruh area pulau penuh tenda. Umumnya pengunjung bermalam di pulau ini untuk menikmati sunrise dan sunset. Bahkan, ada turis dari Jepang dan Korea pernah sampai bermalam hingga tiga hari di pulau ini.

Untuk satu malam berkemah di Pulau Semak Daun, biayanya Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kepala. Bagi pengunjung yang tak ingin bermalam, hanya dikenakan biaya retribusi Rp 2.000 per orang. Sangat terjangkau!

Selain berkemah, di Semak Daun pengunjung juga bisa melakukan snorkeling. Lokasinya tak jauh dari pulau. Snorkeling di Pulau Semak Daun cukup menarik karena airnya jernih dan ikannya masih banyak. Beraneka ragam jenis ikan dapat terlihat dengan jelas.

Camping menjadi waisata favorit bagi pengunjung di Pulau Semak Daun

Camping menjadi waisata favorit bagi pengunjung di Pulau Semak Daun (via triptrus.com)

 

Berkemah di Pulau Semak Daun adalah pilihan wisata yang patut dicoba

Berkemah di Pulau Semak Daun adalah pilihan wisata yang patut dicoba (via catatansigoiq.com)

Termasuk juga terumbu karang yang masih utuh dan alami. Karena di Pulau Semak Daun kondisinya masih alami dan belum tercemar limbah. Meski demikian, untuk mengunjungi spot snorkeling ini pengunjung harus terlebih dahulu menghubungi guide. Mereka lah yang nantinya akan menyediakan perlengkapan snorkeling. Juga menentukan lokasi tepat untuk melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, di Pulau Semak Daun pengunjung juga bisa melakukan penanaman pohon mangrove. Bibit mangrove serta lokasi untuk penanaman juga di sediakan oleh guide.

Kapal Ojek atau Kapal Cepat

Untuk menyambangi Pulau Semak Daun, bisa melalui Pelabuhan Muara Angke dengan menggunakan kapal kayu besar (Kapal Ojek) menuju Pulau Pramuka, yang merupakan pusat administrasi Kepulauan Seribu.

Waktu yang ditempuh sekitar tiga jam, dengan tarif sekitar Rp 30 ribu – Rp 50 ribu per orang. Bagi yang berkantong tebal, bisa menggunakan Kapal Cepat (Predator) dari Pantai Marina, Ancol dengan tarif sekitar Rp 150 ribu. Tentu saja, kapal ini lebih nyaman dan cepat sampai ke Pulau Pramuka. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Dari Pulau Pramuka, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu nelayan kecil berkapasitas 10 – 15 orang untuk menuju Pulau Semak Daun dengan biaya sekitar Rp 300 ribuan. Bagi yang ingin berkemah, jangan lupa membawa tenda sendiri karena tidak ada fasilitas sewa tenda di sana. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.