Mengenal Teknologi Tunnel Boring Machine (TBM)


Halo Jakartans! Tunnel Boring Machine (TBM) atau disebut juga dengan “mole”, adalah mesin yang digunakan untuk mengali atau mengebor tunnel / terowongan. TBM bisa menggali tanah hingga berbagai jenis batuan yang keras. Diameternya bervariasi, mulai 1 meter hingga 19,25 meter (yang terbesar saat ini).

Tunnel Boring Machine (TBM) bekerja secara otomatis dan dikendalikan melalui komputer. TBM digunakan sebagai alternatif untuk sistem konvensional berupa pengeboran dan peledakan (drilling dan blasting) yang biasa dipakai dalam pembuatan terowongan di dalam tanah. TBM memiliki keuntungan dapat mengurangi gangguan tanah di sekitar dan menghasilkan dinding terowongan yang halus dan rata. Teknologi ini tentu sangat cocok digunakan di daerah perkotaan yang padat penduduknya, seperti Jakarta sehingga tidak begitu mengganggu aktivitas warga.

Contoh TBM buatan Jerman

TBM milik PT. Wijaya Karya (WIKA) yang dipakai untuk menggali terowongan sodetan Ciliwung – Kanal Banjir Timur (KBT). Dalam perkembangan sejarah TBM, pernah dibuat TBM dengan diameter terbesar dari TBM yang pernah ada, yakni 19,25 meter. TBM ini dibuat oleh Harrenknecht AG untuk pengerjaan proyek Tunnel Orlovski di St. Petersburg Rusia. Obyek pengerjaan material di St. Petersburg berupa campuran tanah dan pasir. Kemudian TBM dengan diameter 14,4 meter untuk mengebor batuan adalah yang dibuat oleh The Robbins Company untuk proyek Tunnel Air Terjun Niagara.

Cara kerja mesin TBM dan bagian-bagian TBM lainnya yang pernah digunakan di negara-negara lain di dunia, antara lain : London Underground, Inggris, yang sangat terkenal dengan jaringan subway berupa tunnel bawah tanah yang digunakan untuk fasilitas jalur transportasi massal berupa kereta cepat bawah tanah. Adanya London underground ini dapat mengurangi traffic lalu lintas dan menekan kemacetan di kota London.

Bor TBM raksasa yang digunakan dalam proyek sodetan Ciliwung

Bor TBM raksasa yang digunakan dalam proyek sodetan Ciliwung (via crossrail.co.uk)

TBM juga pernah dipakai di Shanghai, China yang mengoperasikan 2 mesin TBM berdiameter 15,43 meter yang merupakan mesin bor tunnel terbesar di dunia saat itu. Dua mesin ini beroperasi di bawah sungai Yangtze di Shanghai. Setelah 20 bulan, akhirnya konstruksi tunnel sepanjang 7,5 kilometer di Shanghai tersebut terselesaikan.

Lalu di Gunung Hallandsas, Swedia yang merupakan rute menembus gunung Hallandsas di utara Swedia. Proyek ini merupakan tersulit di dunia karena dua terowongan sepanjang 5,6 kilometer ini harus dibangun melalui kerasnya batuan gunung Hallandsas. Harrenknecht secara khusus menyiapkan sebuah mesin bor bebatuan yang berdiameter 10,5 meter untuk mengerjakan proses pembuatan terowongan di utara Swedia ini.

Di negara tetangga, Malaysia juga pernah memanfaatkan TBM ini untuk membuat terowongan. Persisnya di Kuala Lumpur dan Pahang – Selangor. TBM di Malaysia digunakan untuk pengerjaan beberapa proyek sipil. Di Kuala Lumpur, TBM digunakan untuk pembuatan tunnel saluran air dan jalur transportasi. TBM juga digunakan untuk membuat tunnel penghubung antara wilayah Pahang dan wilayah Selangor. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.