Menghabiskan Sore di Taman Ria Rio


Halo Jakartans! Pada tahun 1950-an, kawasan Waduk Ria Rio merupakan rawa yang luas. Tanahnya kemudian dikeruk untuk membangun arena pacuan kuda dan berbagai fasilitas lainnya di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur.

Kawasan waduk ini sempat menjadi area kumuh tak bertuan, tapi kini berubah menjadi taman kota yang asri dengan aneka tanaman hiasnya yang unik, dan menjadi salah satu spot berburu sunset di Jakarta. Apalagi jika cuaca cerah dan tidak mendung, akan sangat bagus untuk melakukan pemotretan.

Taman Ria Rio merupakan taman yang ada di kawasan waduk Ria Rio. Sejak ditata ulang pada 2013, kawasan waduk yang sempat kumuh dan terlantar disulap menjadi salah satu taman kota yang cukup cantik. Jalur pedestariannya membentang panjang di sisi waduk. Meskipun tak sampai memutari seluruh kawasan waduk, namun keberadaannya cukup bagi mereka yang ingin berjalan-jalan menikmati udara segar.

Terowongan bercabang underpass Matraman merupakan ikon infrastruktur Jakarta terbaru

Terowongan bercabang underpass Matraman merupakan ikon infrastruktur Jakarta terbaru (via hipwee.com)

 

Bersantai sore di Taman Waduk Ria Rio

Bersantai sore di Taman Waduk Ria Rio (via tirto.id)

Selain jalur pedestarian, bangku taman juga tertata rapi di sepanjang jalur yang disusun dari paving block ini. Ada bangku taman kayu, tapi ada juga bangku-bangku yang memanfaatkan batu-batu alam besar dari beton yang cukup nyaman untuk duduk bersila dan bersantai.

Aneka tanaman dan pohon hias ini semakin menggenapi keasrian kawasan Ria Rio. Sebagai sebuah taman kota, Taman Ria Rio juga cukup tenang dari lalu lalang kendaraan. Taman Ria Rio sendiri berada dalam satu kawasan Waduk Ria Rio. Lokasinya berada persis di persimpangan antara, Cempaka Putih, Pulo Gadung, dan Pulo Mas. Luas secara keseluruhan sekitar 26 hektar.

Nama Ria Rio sendiri konon di ambil dari nama seorang pengembang, Rio Tambunan. Rio merupakan pemimpin PT. Pulomas Jaya. Ia mengembangkan kawasan Pulo Mas termasuk pacuan kuda. Sementara, Ria berasal dari kata riak yang menggambarkan air waduk yang beriak.

Waduk Ria Rio kini menjadi tempat favorit bagi warga Jakarta untuk menghabiskan waktu

Waduk Ria Rio kini menjadi tempat favorit bagi warga Jakarta untuk menghabiskan waktu (via beritajakarta.id)

Menjelang sore, Taman Ria Rio selalu ramai pengunjung. Kebanyakan adalah warga sekitar atau para kekerja yang ada di seputaran waduk. Selain memotret, pengunjung biasanya menghabiskan waktu dengan duduk bersantai sembari bercengkrama, atau menikmati kudapan kecil dan membaca buku di bangku taman atau “gegoleran” di rumput-rumput.

Salah satu lokasi pilihan favorit dari pengunjung Taman Ria Rio adalah bukit baobab. Gundukan tanah menyerupai bukit kecil dengan rumput Jepang hijau yang menyelimutinya, juga pohon baobab yang menjadi ikon Taman Ria Rio.

Pohon Baobab

Salah satu daya tarik Taman Ria Rio adalah keberadaan pohon baobab atau Ki Tambleg. Dijuluki pohon kehidupan, pohon ini merupakan sumbangan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Jakarta Propertindo. Pohon baobab bisa mencapai tinggi hingga 40 meter dengan lingkar pohon 7 meter. Bentuk dan percabangan ranting pohon ini cukup unik, karenanya kerap menjadi obyek jepretan foto para pengunjung taman.

Pohon baobab di Taman Waduk Ria Rio

Pohon baobab di Taman Waduk Ria Rio (via tribunnews.com)

Setidaknya ada dua tanaman baobab di Taman Ria Rio. Salah satunya masih cukup kecil meskipun tinggi dan berada tak jauh dari pintu masuk taman. Sementara satunya berada di area dalam taman, ukurannya lebih besar meskipun lebih pendek dan cabangnya lebih banyak.

Selain pohon baobab, Taman Ria Rio juga memiliki sejumlah koleksi tanaman hias lainnya. Seperti pohon pulai, pohon palem, dan pohon buni. Sayangnya, taman kota yang cukup cantik ini belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti toilet atau area parkir.

Taman Wisata Ria Rio

  • Pertama kali dibangun sebagi waduk di era 70-an.
  • Diresmikan sebagai Taman Ria Rio pada 26 September 2013.
  • Terletak di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Pulomas, Jakarta Timur.
  • Luas Taman 1,6 hektar.
  • Fasilitas taman : Kursi taman, lampu taman, ruang terbuka, walking track, Wi-Fi.
  • Aktivitas yang bisa dilakukan : Jogging, observasi satwa, panorama kota, walking.

Rute Angkutan Umum Menuju Taman Ria Rio

Dari Central Busway Cawang UKI mengambil rute TransJakarta PGC – Tanjung Priok. Turun di halte Cempaka Putih. keluar halte sisi timur jalan ke taman Ria Rio. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.