Menghidupkan Kembali Batik Betawi


Halo Jakartans! Indonesia kaya akan tradisi membatik. Banyak daerah di Indonesia yang memiliki budaya batik secara turun temurun. Jakarta yang dikenal sebagai pusat Budaya Betawi, juga memiliki tradisi membatik dengan corak kain batik khasnya yang disebut batik Betawi. Tidak seperti masyarakat daerah lain di Pulau Jawa, tradisi membatik pada masyarakat Betawi bisa dibilang tidak terlalu mengakar. Batik Betawi diperkirakan merupakan hasil silang budaya antara masyarakat Betawi dan pendatang yang membawa batik ke Batavia. Namun, bukan berarti Betawi tak memiliki batik.

Kini sudah sering digelar peragaan batik Betawi

Kini sudah sering digelar peragaan batik Betawi (via validnews.co)

Hartono Sumarsono, pemerhati batik sekaligus kolektor batik-batik kuno dan langka mengatakan, tradisi membatik pada masyarakat Betawi diperkirakan mulai ada sekitar abad ke-19. “Tapi bisa jadi jauh sebelum itu,” ujar Hartono.

Seiring dengan perkembangan zaman, lahirlah sejumlah motif-motif batik yang dikenal sebagai motif batik Betawi. Motif batik Betawi umumnya terinspirasi dari kesenian budaya Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda, dan China. Mulai dari motif loreng ondel-ondel, motif nusa kelapa, motif rasamala, salakanega, pucung rebung, dan lain sebagainya.

Motif Ondel-Ondel, Filosofi Tolak Bala

Batik Betawi memiliki makna dan filosofi unik, misalnya Loreng Ondel-ondel, motif yang dibuat untuk mengangkat figur ondel-ondel sebagai boneka yang dapat menolak bala. Motif ini dibuat untuk mendapatkan kehidupan tenteram dan jauh dari bala bencana. Mengandung pula harapan agar pemakainya mendapat kehidupan lebih baik serta jauh dari bala, halangan, atau rintangan. Biasanya jenis batik Betawi bermotif ini digunakan pada acara besar adat Betawi.

Siti Laela, pendiri kampung Batik Betawi Terogong, menilai batik Betawi yang sempat meredup mulai menemukan pamornya pada 2012. Bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi, batik Betawi yang dulunya disebut dengan batik Jakarta kembali dihidupkan kembali.

Ragam motif Batik Betawi

Ragam motif Batik Betawi (via dtechnoindo.blogspot.com)

Motifnya kemudian lebih beragam. Mulai gambaran lansekap kota, kebudayaan Betawi, alat musik tradisional seperti Tanjidor, Monas, hingga Tugu Selamat Datang yang menjadi salah satu ikon Jakarta. “Kita ingin kenalkan tentang Betawi ke wisatawan melalui Batik ini,” kata Siti. Perlahan namun pasti, batik Betawi terus menemukan panggungnya. Meskipun sejumlah batik Betawi kuno kini kian sulit ditemukan, namun upaya pelestarian atau pengenalan produk asli bikinan Betawi ini terus dilakukan melalui pameran-pameran dan juga dilakukan saat pemilihan Abang-None Jakarta.

Saat pemilihan, biasanya para Abang-None menggunakan batik Betawi dalam peragaannya. Motif pucuk rebung, merupakan salah satu batik Betawi yang kerap terlihat pada busana bawahan dari None Jakarta. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagaimana Merawat Batik?

Suhu, cahaya, kelembaban, debu dapat menyebabkan kerusakan pada kain batik. Terlebih bagi daerah tropis seperti Indonesia dengan suhu dan kelembaban yang tinggi. Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk merawat kain batik di rumah :

  • Meminimalisir paparan cahaya ke kain. Ada baiknya memajang tekstil dengan merotasi secara berkala untuk mengurangi faktor kelembaban dan suhu.
  • Menjaga suhu ruang antara 22 hingga 25 derajat, juga kelembaban, misalnya kipas angin untuk sirkulasi udara.
  • Pastikan tidak ada jamur dan serangga pada tekstil baru sebelum disimpan.
  • Ada baiknya memasang perangkap serangga di sekitar ruangan penyimpanan untuk mengetahui jenis serangga yang mungkin terdapat di ruangan penyimpanan.
  • Hindari fluktuasi suhu yang ekstrem.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.