Menikmati Sate Taichan Senayan


Halo Jakartans! Kala malam sudah mulai larut, sejumlah pekerja di Ibukota baru saja membubarkan diri dari rutinitas hariannya. Beberapa diantaranya terlihat berkerumun di Jalan 47, Simprug, Jakarta Selatan. Mereka menunggu santapan kuliner malam yang menggiurkan.

Memasuki pukul 19.00 WIB, puluhan gerobak dorong mulai memasuki pelataran parkir motor Senayan City. Inilah para pedagang Sate Taichan yang selalu ditunggu kehadirannya. Biasanya, para pedagang sate Taichan ini menggelar wisata kuliner mulai puku 21.00 WIB hingga puku 03.00 WIB dini hari.

Tak hanya pekerja, pecinta sate Taichan ini pun datang dari kalangan remaja hingga lansia. Sedikitnya ada 30-50 pedagang yang menyesaki pelataran parkir seluas 150 meter persegi itu. Gerobak mereka dijejerkan berderet di pinggir ruang terbuka beraspal. Sementara, tengahnya digelar tikar dari terpal untuk tempat duduk lesehan para pembeli.

Wisata kuliner malam hari Sate Taichan di area Senayan City

Wisata kuliner malam hari Sate Taichan di area Senayan City (via genpi.co)

Sambil menjajakan dagangannya, api sudah mulai terlihat pada tempat pembakaran sate. Setiap tempat pembakaran ditangani dua orang pengipas. Begitu arangnya menjadi bara, ratusan tusuk sate pun dibakar dengan sabar. Kepulan asap membumbung seiring tenaga kipas dari pelayan hingga tercium aroma nikmat.

Biasanya, asap yang mengepul ini tidak pernah padam sampai 2-3 jam kemudian. Antriannya cukup panjang untuk menikmati sajian ini. Apalagi, pesanan datang sebelum dagangan mereka dijajakan. Maka tak heran, para pedagang sate Taichan ini selalu tampak sibuk satu sama lain.

Pelataran parkir sepeda motor Senayan City hanya tempat sementara bagi penjual sate Taichan ini. Sebelumnya, mereka menempati ruang kosong di depan gerbang Gelora Bung Karno (GBK), Senayan di Jalan Asia Afrika Tengah. Tepatnya di depan patung panahan.

Namun, karena ada perhelatan Asian Games 2018, pedagang sate Taichan ini pun dipindah ke lokasi sementara. Selain menempati ruang yang tidak semestinya, yakni jalan dan trotoar, keberadaan sate Taichan ini menambah kesemrawutan di kawasan GBK. Rencananya, mereka akan ditempatkan di dalam kawasan GBK, tepatnya di sekitar Masjid Al-Bina, sebelah selatan GBK.

Semakin larut malam semakin ramai oleh pecinta kuliner Jakarta

Semakin larut malam semakin ramai oleh pecinta kuliner Jakarta (via tempo.co)

Meski hanya sementara, pedagang sate Taichan di Senayan City tetap ramai dikunjungi. Terlebih, Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sandiaga Uno memberi dukungan penuh agar sate Taichan Senayan menjadi destinasi wisata kuliner malam ibukota. Selain karena banyak digemari, sate Taichan ini mampu menghidupkan pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebenarnya, sate Taichan layaknya sate ayam biasa. Yang membedakan hanyalah potongan daging ayam diambil dari dada ayam pilihan yang langsung dilumuri sambal dan perasan jeruk nipis. Sajian ini dianggap cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

Terlebih, menyantapnya saat masih panas membuat sate Taichan terasa sangat nikmat. Apalagi, potongan daging ayam yang dibakar masih terlihat putih meski sudah dibakar. Hal ini memberikan sensasi tersendiri saat menyantap sate Taichan.

Bikin Ketagihan

Yayang (26 tahun), salah satu pelanggan sate Taichan asal Jakarta Selatan mengaku ketagihan dengan kuliner tersebut. Menurutnya, bumbu sate yang bukan dari biasanya selalu membuat kangen. Pedas dan nikmat. “Ini beda dari sate biasanya. Bumbunya unik. Tidak ada bumbu kacang atau kecap. Hanya memakai ulekan cabe dan jeruk nipis tapi enak dan bikin nagih,” ujarnya.

Dia mengaku telah berkali-kali menyantap sate Taichan Senayan tersebut. Meskipun saat ini bermunculan sate Taichan Senayan di wilayah Jakarta lainnya bahkan ke kota-kota besar lain, Yayang tetap memilih sate Taichan di pusatnya langsung. Tak jarang, dia mengajak beberapa temannya ke tempat itu untuk sekadar bernostalgia.

“Kalau di sini ada sensasinya. Kita bisa lesehan, harus buru-buru karena banyak yang mengantri. Terkadang kita harus makan berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Atau waktu di GBK, kita makan di atas kap atau bagasi mobil sambil gosip sana-sini bersama teman,” ungkapnya.

Meski relatif baru, keberadaan sate taichan telah menjadi favorit para penikmat wisata kuliner di Jakarta, terlebih bumbu sambal yang pedas dianggap cocok dengan citarasa lidah Indonesia

Meski relatif baru, keberadaan sate taichan telah menjadi favorit para penikmat wisata kuliner di Jakarta, terlebih bumbu sambal yang pedas dianggap cocok dengan citarasa lidah Indonesia (via zomato.com)

Salah satu sate Taichan yang paling banyak diburu adalah gerobak sate bang Ocit. Para pembeli sate Taichan di gerobak ini selalu berjubel. Harganya pun relatif murah, antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per porsi. Di lahan parkir motor Senayan City, sate Taichan bang Ocit biasa menempati gerbang masuk.

“Ini hanya daging ayam dan kulit segar ditusuk. Setelah itu dipanggang di atas bara api selama tiga hingga lima menit. Lalu dilumuri minyak sayur, perasan jeruk nipis, dan taburan penyedap rasa. Terus dikasih sambal, sesuai selera masing-masing,” ujar bang Ocit. (Sumber : Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bahan Bumbu Sate

  • Dada ayam 1 buah, potong dadu.
  • Jeruk nipis 2 sendok makan.
  • Kaldu rasa ayam 1 sendok makan.
  • Minyak sayur sedikit saja.

Bahan Sambal Sate

  • Cabe rawit 7 buah.
  • Cabe merah 15 buah.
  • Bawang merah 5 butir.
  • Bawang putih 4 siung.
  • Tomat 1/4 buah.
  • Air 50 ml.
  • Gula pasir 1/2 sendok teh.
  • Lada putih 1/2 sendok teh.
  • Garam 1/2 sendok teh.
  • Minyak untuk menumis secukupnya.

Langkah Membuat Sate

Pertama-tama potong dadu daging ayam, lalu lumuri dengan perasan jeruk nipis, sedikit minyak sayur, dan kaldu ayam. Diamkan selama 15 menit sampai bumbu meresap. Kemudian tusuk-tusuk ayam dengan tusukan sate lalu bakar sampai ayam berubah warna dan matang. Angkat, sisihkan.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.