Menuju Cashless Society, dengan Kartu Jakarta One



Kartu Multifungsi, Jak One Card!

Halo Jakartans! Pemerintah Provinsi DKI Jakarta makin memanjakan warga pemegang Kartu Jakarta One (Jak One Card). Kartu multifungsi yang dikenalkan sejak Juni 2016 tersebut kini dapat digunakan untuk lebih banyak hal. Mulai naik bus, masuk ke Monas, dan Taman Margasatwa Ragunan, membayar parkir, serta berbagai transaksi lainnya di Jakarta.

Kartu Jakarta One adalah jawaban untuk menjadikan Jakarta betul-betul bebas dari pungutan liar (pungli) dan korupsi. Inilah konsep pembayaran serba cashless (non tunai) dan mengurangi transaksi tunai, serta menjadi kartu wajib bagi warga Jakarta. Kartu tersebut menjadi kunci untuk memastikan pelayanan Pemprov DKI Jakarta bisa terbebas dari korupsi dan pungli.

Kartu Jakarta One mempermudah semua warga Jakarta melakukan berbagai aktivitas transaksi. Kerja Pemprov DKI Jakarta dalam mengukur kebiasaan warga dalam bertransaksi juga lebih mudah. Dan yang lebih penting adalah menjadikan Kota Jakarta lebih transparan dan tertib administrasi.

Kartu Jakarta One sebagai bentuk elektronifikasi informasi dan transaksi. Sistem pembayaran seharusnya memang terus dikembangkan sehingga fungsinya akan semakin meluas. Dampak yang diharapkan adalah warga semakin mengurangi transaksi uang tunai dan menuju cashless society.

Sejak diluncurkan pada Juni 2016 silam, pemegang Jakarta One dapat menggunakan kartu tersebut untuk berbagai keperluan dan transaksi

Sejak diluncurkan pada Juni 2016 silam, pemegang Jakarta One dapat menggunakan kartu tersebut untuk berbagai keperluan dan transaksi (via tempo.co)

Bagi Pemprov DKI Jakarta, kartu Jakarta One juga berdampak positif dimana mereka bisa memantau perjalanan warga. Misalnya jika suatu rute TransJakarta banyak dilalui, maka dapat dipertimbangkan untuk membuat trayek baru TransJakarta agar tidak perlu transit lagi.

Melalui penggunaan kartu ini, dapat diukur jam berapa saja naik dan turunnya penumpang menggunakan TransJakarta, termasuk kemana saja tujuannya. Data tersebut dapat diperoleh dari Kartu Jakarta One yang ditempelkan di tempat yang disediakan oleh bus TransJakarta. Ini sangat penting dalam menuju Jakarta sebagai Smart City.

Bank DKI juga sudah membuat Kartu Jakarta One dapat digunakan sebagai alat pembayaran jalan tol dan seluruh moda transportasi. Berdasarkan data Bank DKI sampai akhir lebaran tahun 2017 lalu, kartu Jakarta One telah terjual hingga 93.131 unit. Kartu dengan saldo Rp 20.000 terjual sebanyak 72.568 kartu dan bersaldo Rp 50.000 terjual sebanyak 20.563.

Di Kebun Binatang Ragunan, kartu tersebut bahkan juga bisa menjadi alat transaksi pembayaran. Misalnya untuk beli makanan dan minuman. Karena pedagang yang ada di Ragunan sudah dilengkapi mesin EDC (Electronic Data Capture) dari Bank DKI.

Saat ini, Bank Indonesia sudah mengembangkan dan telah meluncurkan National Payment Gateway (NPG) atau Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Jika sudah diterapkan untuk Jakarta One, maka ruang lingkupnya akan semakin besar. Jakarta One kelak akan menjadi alat pembayaran untuk segala macam transaksi moda transportasi. Nantinya kartu tersebut juga akan dipakai untuk alat pembayaran di lokasi wisata Taman Impian Jaya Ancol. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Mengenal Kartu Jakarta One

  • Diluncurkan Juni 2016 bekerja sama dengan Bank Indonesia.
  • Bank DKI menjadi salah satu Bank yang melaksanakan program Jakarta One. Ke depan, Bank Indonesia akan melibatkan bank-bank lain.
  • Kartu Jakarta One meniru Octopus Card di Hong Kong. Kartu tersebut sudah diresmikan pada 1997 untuk transportasi di Hong Kong.
  • Pada 2003, London mengadopsi Octopus Card untuk transportasi. Mereka menggunakan Oyster Card.
  • Pada 2020, kartu Jakarta One bisa digunakan untuk alat pembayaran dalam berbagai hal seperti transportasi, listrik, telepon, wisata, pembayaran parkir, restoran, dan pasar swalayan hingga perizinan terpadu satu pintu.
  • Kartu Jakarta One menggunakan sistem cashless yang akan mempersulit transaksi-transaksi ilegal seperti suap dan barang terlarang. Ini karena penggunaan kartu dapat dilacak.
  • Kartu Jakarta One bisa memastikan apakah pelayanan benar-benar terbebas dari pungli dan korupsi.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.