Monas : Arena Rekreasi di Jantung Ibukota


Halo Jakartans! Siapa yang tidak tahu Monas? Salah satu monumen peringatan terkenal ini masih didapuk sebagai destinasi wisata favorit di tengah kota Jakarta. Selain itu, Monas juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, baik dari fasilitas hiburan yang ada disekitarnya maupun edukasi dan sejarah berdirinya. Tidak heran bila ditengah hiruk-pikuk kesibukan masyarakat kota, Monas tepat menjadi pilihan destinasi wisata menghabiskan waktu liburan panjang dan akhir pekan.

Ada beberapa keunikan yang tersaji di Monumen Nasional Jakarta. Dalam ulasan berikut, kami sajikan informasi menarik tentang Monuman Nasional Jakarta.

Lokasi Monumen Nasional Jakarta

Monas sebagai ikon nasional

Monas sebagai ikon nasional (via thejakartapost.com)

Terletak di jantung ibukota Jakarta, monumen ini berdiri tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, tepatnya di jalan Tugu Monas Gambir, Jakarta Pusat. Kawasan taman tidak jauh dari kawasan Istana Kepresidenan. Ingin berkunjung ke Monas, tapi isi dompet pas-pasan? Tenang, saat ini masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khusus untuk berwisata, yaitu Bus Wisata Gratis Jakarta.

Rute bus wisata gratis ini memang berpusat di kawasan Monas. Nah, pelancong bisa naik bus wisata gratis ini mulai dari Halte Juanda, melewati Masjid Istiqlal, lalu sampai ke Monas. Rute ini ada pada jam 10.00-18.00 (Senin-Sabtu), dan 12.00-19.00 (hari Minggu). Atau bisa melalui rute Halte Juanda, langsung ke Monas. Rute ini hanya tersedia pada hari Sabtu jam 18.00-23.00.

Pengunjung tidak dibebani biaya masuk kawasan Monas, hanya bila memasuki bangunan tugu Monas, diharuskan membayar tiket Rp 20.000 bagi dewasa, dan Rp 10.000 bagi anak-anak. Atau membeli tiket yang dijual dalam bentuk kartu elektronik berbayar Rp 30.000.

Simbol Kemerdekaan Pada Struktur Bangunan

Bagi Anda penyuka sejarah Indonesia, Monas adalah salah satu yang terpenting. Dibangun pada 17 Agustus 1959, monumen ini difungsikan sebagai tugu peringatan dan juga simbol perjuangan rakyat Indonesia di masanya. Desain arsitekturalnya pun tak luput melambangkan kejayaan bangsa meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ini yang menarik : tinggi dan lebar bangunan. Frederich Silaban dan RM Soedarsono merancang mulai dari bagian cawan hingga menjulang tinggi keatas memiliki ukuran yang sesuai dengan dimensi khas budaya dan hari lahirnya bangsa Indonesia.

Struktur bangunan secara detail dikutip dari Wikipedia, tinggi landasan persegi (atau biasa disebut cawan) adalah 17 meter, obelisk bangunan setinggi 117,7 meter. Masih ada unsur angka 17. Ruang besar Museum Sejarah Perjuangan Nasional berukuran 80 m2. Angka yang sama untuk luas taman Medan Merdeka, 80 hektar, dan lebar pelataran bawah museum yaitu 80×80 meter. Sedangkan angka 45 ada pada lebar atas cawan diatas museum, 45 meter. Dan juga Lidah Api berlapis emas di puncak museum, beratnya 45 kg.

Mendengar Suara Sang Proklamator

Monas menyimpan sejarah perjuangan yang dihadirkan dalam 51 diorama museum. Pelancong bisa mulai melihat satu per satu diorama dengan memutarinya searah jarum, dimulai dari arah timur laut. Kehidupan manusia pra-sejarah, pemerintahan Belanda, hingga pemerintahan Orde Baru siap membuka luas wawasan pengunjung tentang Indonesia.

Puas melihat diorama, lanjut ke Ruang Kemerdekaan. Disinilah inti dari pendirian Monumen Nasional Jakarta. Di ruangan ini, pengunjung bisa membaca naskah proklamasi, baik yang terukir dari perunggu, atau teks asli yang ada di dalam Gerbang Kemerdekaan. Yang lebih menarik, pengunjung bisa kembali mendengar suara Sang Proklamator, Bung Soekarno, membacakan teks Proklamasi yang asli, lengkap dengan posisi beliau saat itu.

Puncak Tugu Monas

Puncak emas pada Monumen Nasional (Monas)

Puncak emas pada Monumen Nasional (Monas) – via youtube.com

Kurang afdol rasanya bila sampai ke Monas tapi belum naik sampai ke puncak. Obelisk Monas setinggi 117,7 meter bisa dituju dengan menaiki lift dan membayar tiket Rp 7.500 untuk dewasa dan Rp 2.500 bagi anak-anak. Sampai diatas, pengunjung memasuki ruang 11×11 meter dengan panorama sekeliling Monas dan kota Jakarta yang menawan. Teropong juga disediakan bagi pengunjung yang ingin melihat panorama lebih detail (dikenakan biaya koin Rp 2.000, dan harus bergantian dengan pengunjung lainnya karena jumlah teropong terbatas). Diatas ruang tersebut, terletak lidah api berlapis emas seberat 45 kg.

Yang Biasa Dilakukan Di Monas dan Sekitarnya

Pengunjung akan dimanjakan oleh keindahan panorama ruang terbuka hijau dan banyak fasiltas hiburan di kawasan Monumen Nasional Jakarta. Cukup menyejukkan mata ditengah kepulan asap kendaraan, tekanan tinggi/stres akibat terjebak kemacetan, dan juga hiruk pikuk aktifitas di Jakarta. Selain ruang hijau, ada berbagai fasilitas hiburan tersedia.

Seperti yang baru-baru ini booming, Bike Sharing. Sejumlah sepeda kuning-ungu berjejer menghiasi 6 titik kawasan Monas, yatu di titik barat berhadapan dengan patung kuda, sisi timur, utara, dan menyebar di titik selatan. Pelancong bisa memutari kawasan Monas tanpa harus capai berjalan. Untuk menggunakan fasiltas Bike Sharing, ada trik khusus tanpa harus mengeluarkan fulus. Sepeda kuning-ungu bisa dipinjam secara gratis, dengan syarat pelancong harus mempunyai aplikasi digital buatan PT Surya Teknologi Prakasa bernama “GOWES” yang dapat diunduh melalui AppStore maupun GooglePlay. Cara pakai aplikasi tertera di plang dekat parker sepeda.

Meski terbilang cukup baru, para pengunjung cukup antusias dengan adanya fasilitas Bike Sharing. Apalagi pelancong yang rata-rata merupakan generasi milenial. Mereka bisa berpose dan menghasilkan foto yang instagenic disebelah sepeda berwarna ciamik.

Banyak kegiatan edukasi dan olahraga yang bisa dilakukan di kawasan Taman Monas

Banyak kegiatan edukasi dan olahraga yang bisa dilakukan di kawasan Taman Monas (via tirto.id)

Puas bersepeda, di dekat pintu keluar kawasan Monas, terdapat jejeran relief timbul yang menggambarkan kisah dan sejarah kerajaan masa lampau hingga era pasca proklamasi Indonesia. Area relief ini bsa jadi spot foto yang instagrammable di kawasan Monas, lho!

Tidak hanya menyajikan hiburan dan fasilitas menarik sepanjang siang, kawasan Monumen Nasional juga menghadirkan atraksi berbalut keindahan tata lampu glamor nan elok di malam hari. Atraksi Air Mancur Goyang dipertunjukkan setap hari Sabtu dan Minggu pada jam 7 dan 8 malam, berdurasi 30 menit sekali pertunjukan. Sorotan lampu warna-warni, konsep bentuk yang berirama dengan iringan lagu berlatar belakang Monas, menambah semarak malam hari.

Penasaran? Jadikan destinasi wisata Monas dalam list liburan Anda, dan nikmati wisata berbumbu edukasi, historis, dan atraktif dalam satu perjalanan yang menyenangkan!

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.