Museum Fatahillah Jadi Andalan Untuk Menarik Wisatawan



Tujuan Wisata Bagi Atlet Asian Games 2018

Halo Jakartans! Museum Fatahillah akan menjadi salah satu destinasi wisata yang tengah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menyambut pesta olah raga terbesar Asian Games 2018. Seperti apa?

Ada 142 museum yang ada di wilayah Jakarta. Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah yang terletak di wilayah Kota Tua itu adalah salah satu yang terpopuler. Karena itu, museum ini akan jadi destinasi tujuan wisata yang “dijual” kepada para atlet, official, serta wisatawan selama perhelatan Asian Games 2018.

Berbagai pembenahan telah dilakukan demi memberikan pelayanan dan kenyamanan pengunjung. Menurut pihak Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, mereka sudah merancang berbagai kegiatan untuk menyemarakkan Asian Games ke 18 tersebut. Misalnya menata ulang koleksi-koleksi yang ada di ruang pamer lantai satu dan dua. Isinya telah difokuskan pada sejarah Jakarta.

Taman di depan Museum Fatahillah selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan

Taman di depan Museum Fatahillah selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan (via wikipedia.org)

Sejarah Jakarta dibuat seperti story line yang menceritakan Batavia menjadi Jakarta. Materinya diambil dari hasil riset sejarawan dari Universitas Indonesia. Sebenarnya, gagasan ini telah disusun oleh pihak museum sejak 2013 dan terus dilakukan penyempurnaan terhadap informasi sejarah Jakarta. Bahkan, disajikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Selama Asian Games 2018 berlangsung nanti, Museum Sejarah Jakarta juga akan menyuguhkan pameran khusus. Isinya tentang Asian Games 1962 di mana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Jadi akan membawa para pengunjung flashback ke Asian Games era 1960-an.

Koleksi-koleksi yang dipamerkan berasal dari museum olah raga di Taman Mini Indonesia Indah. Pameran itu akan berisi detail Asian Games saat itu, mulai pemenang, negara peserta, hingga atlet peraih medali. Menurut informasi dari pihak museum, mereka belum menentukan target berapa wisatawan asing yang akan berkunjung ke museum selama gelaran Asian Games berlangsung. Namun, diperkirakan akan ada 41 negara dengan sekitar 13.000 atlet dan pendukung yang terlibat dalam pesta olah raga se-Asia ini.

Kaya Sejarah

Museum Fatahillah memang kaya akan sejarah. Sempat mengalami berbagai alih fungsi sebelum akhirnya diresmikan menjadi museum pada 1974. Pada zaman Belanda, museum tersebut merupakan Balai Kota Batavia. Tak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, bangunan itu juga pengadilan, penjara, serta tempat pelaksanaan bagi pemberontak.

Jika Anda berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta, jangan lewatkan mural karya Harjadi Sumodidjojo yang menggambarkan Batavia tempo dulu di salah satu dinding museum. Ada juga lukisan Gubernur Jan Pieterzoon Coen yang berperan penting mendirikan Batavia.

Meriam Si Jagur di depan Museum Fatahillah

Meriam Si Jagur di depan Museum Fatahillah (via wikimedia.org)

Selain itu, ada meriam si Jagur yang terbuat dari logam besi baja berukuran panjang 3,81 meter dan berat 3,5 ton yang dibuat oleh NT Bocarro di Macau untuk benteng Portugis di Malaka. Sisi lain yang paling mengesankan dari museum ini adalah penjara ruang bawah tanah. Sebagian besar narapidana umumnya meninggal sebelum dieksekusi karena tipus, kolera, dan disentri. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Fakta Museum Sejarah Jakarta

  • Gaya arsitektur : Neo-klasik.
  • Luas : 1.300 meter persegi.
  • Lokasi : Jl. Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.
  • Mulai dibangun : 23 Januari 1707.
  • Arsitek : W.J. Van de Velde.
  • Insinyur : J. Kremmer.
  • Fasilitas : Perpustakaan, Kantin Museum, Toko Suvenir, Sinema Fatahillah, Musholla, Ruang Pertemuan dan Pameran, serta Taman Dalam.

Transportasi menuju ke Kota Tua

  1. Bus TransJakarta Koridor 1, rute Blok M – Kota.
  2. Angkutan kota (Angkot) mikrolet M12 dengan rute Pasar Senen – Kota dan M08 dengan rute Tanah Abang – Kota.
  3. Bus wisata gratis historia Jakarta.

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.