Nasi Uduk Paling Legendaris di Jakarta


Halo Jakartans! Ini dia Jawara Nasi Uduk Betawi. Nasi Uduk Ayam Goreng Zainal Fanani yang lokasinya di Jalan Kebon Kacang 8 No.5, Jakarta Pusat. Nasi Uduk ini digadang-gadang paling legendaris. Sudah ada sejak tahun 1967 oleh Abdul Hamid Toha.

Dulu, nasi uduk paling gurih ini menempati tikungan jalan Kebon Kacang 1. Sangat tersohor karena setiap orang dari beragam daerah yang berbelanja ke pusat perbelanjaan Tanah Abang, selalu mampir ke sini. Namun, ketika Abdul meninggal, sang anak, Zainal Fanani melanjutkan usaha tersebut. Lokasinya pun berpindah ke Jl. Kebon Kacang 8 No.5.

Di tempat ini pun tak kalah ramai. Lokasinya tak jauh dari tikungan itu. Buka mulai pukul 10.00-24.00 WIB. Siang hari, biasanya banyak pesanan dari pegawai kantoran di sekitarnya. Namun, sore hingga malam, pengunjung mulai memadati kedai nasi uduk tersebut.

Kedai Nasi Uduk Ayam Goreng Zainal Fanani di Kebon Kacang, Jakarta Pusat

Kedai Nasi Uduk Ayam Goreng Zainal Fanani di Kebon Kacang, Jakarta Pusat (via daftarkulinerjakarta.web.id)

Sebanyak 7 deret meja jati lengkap dengan bangku panjangnya selalu dipenuhi pelanggan nasi uduk. Tak jarang, para pelanggan ini harus lama berdiri untuk mengantri atau bergantian. Di samping kanan kiri dinding, ada cermin yang dibingkai dengan jendela tempo dulu. Suasana Betawi masih ditampakkan meski bangunan berlantai dua itu terlihat modern.

Kini, tukang nasi uduk di kawasan Kebon Kacang ada lima titik. Semua asli Betawi. Namun, nasi uduk Ayam Goreng Zainal Fanani yang paling ramai diminati warga. Harganya pun kompetitif. Sebungkus nasi uduk hanya Rp 2 ribu saja. Tapi itu cuma nasi, yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut ukuran kecil.

Makanan Khas Betawi

Konon, penyajian nasi uduk dengan daun pisang inilah yang menjadi kekhasan Betawi. Begitu dibuka, nasinya buyar dan tak lengket satu sama lain. Wuih, nasinya gurih hangat dengan aroma serai dan daun salam yang menonjok hidung. Apalagi taburan bawang merah goreng di atasnya menambah aroma tersendiri.

Walaupun porsi dari nasi uduknya sedikit kecil, tapi akan terasa cukup kalau ditemani dengan lauk pauk yang beragam seperti ayam kampung goreng, usus, babat, empal, hingga rempela dan sambal kacang khasnya. Agar terasa lebih nikmat, santaplah hingga 3-4 porsi. Lebih nendang!

Nasi uduk dengan lauk pauk lengkap

Nasi uduk dengan lauk pauk lengkap (via nibble.id)

Sebuah etalase kaca yang ada di pojok kiri, menyajikan aneka pilihan lauk pendamping nasi uduk. Ada ayam, udang, tahu, tempe, usus, empal, dan paru. Sebelum disantap, beragam lauk ini harus digoreng terlebih dahulu agar lebih nikmat. Terlebih, aneka sambal pun disajikan. Ada sambal kacang, sambal petai, dan sambal terasi.

Kelima tukang nasi uduk di Kebon Kacang memiliki kekhasan tersendiri. Menu dan cara memasak yang disajikan pun berbeda. Berbeda pula harga yang ditawarkan. Setiap hari, omset nasi uduk Ayam Goreng Zainal Fanani bisa mencapai Rp 8 juta.

Nasi Uduk

Berbeda dengan nasi putih biasa, tekstur nasi uduk tidak lengket dan rasanya pun tidak benyek. Aromanya pun punya ciri khas tersendiri dan sangat harum. Ini karena nasi uduk dimasak setengah matang (diaron) dulu dengan santan dan berbagai bumbu lain seperti daun jeruk, lengkuas, serai, dan daun salam. Baru kemudian dikukus sampai matang. Mantapnya lagi, nasi uduk ini disajikan dengan lauk pauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, sambal teri, mie goreng, telur rebus, dan taburan bawang goreng.

Bahan-bahan

Bahan Nasi :

  • Beras 400 gram.
  • Daun salam 3 lembar.
  • Lengkuas, geprek 2 cm.
  • Serai, geprek 1 batang.
  • Santan 600 ml.
  • Jahe, geprek 2 cm.
  • Garam secukupnya.

Bahan Sambal Kacang :

  • Kacang tanah, goreng 150 gram.
  • Cuka 1/4 sendok teh.
  • Garam 1/2 sendok teh.
  • Cabe rawit, goreng 3 buah.
  • Cabe merah besar, goreng 2 buah.
  • Bawang putih, goreng 2 siung.
  • Gula pasir 1 sendok teh.
  • Air panas 100 ml.

Langkah

Cuci beras hingga bersih, lalu kukus sampai setengah matang, sisihkan. Rebus santan. Tambahkan daun salam, jahe, lengkuas, dan garam, masak hingga mendidih. Masukkan beras, aduk-aduk lalu matikan apinya. Aduk terus sampai santan terserap habis. Kukus beras selama 30 menit atau sampai matang.

Untuk sambal kacang, giling atau tumbuk halus cabe merah, cabe rawit, bawang putih, dan kacang tanah. Lalu tuang air panas, cuka, garam, dan gula, aduk hingga merata. Sambal siap disajikan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

 

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.