Nilai Historis Dibalik Eksotisme Pulau Seribu



Sejarah Pulau Seribu

Halo Jakartans! Dibalik eksotisme Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata, ternyata banyak sejarah yang tidak kalah menarik. Apa saja?

Pulau Tidung

Jembatan Cinta di Pulau Tidung

Jembatan Cinta di Pulau Tidung (via pulautidung.org)

Menyimpan kisah tentang raja yang terbuang. Raja ke-13 Kerajaan Tidung di Kalimantan Timur, Pandita, dibuang ke Pulau Tidung pada abad ke-19 setelah melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama istri dan pengawalnya. Beragam mitos seputar cinta ikut meramaikan keberadaan Jembatan Cinta, ikon wisata Pulau Tidung. Jembatan ini membentang sepanjang satu kilometer, menghubungkan wilayah barat Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Saat matahari terbit, Jembatan Cinta menjadi spot favorit pengunjung. Lokasi di sekitar Jembatan Cinta pas untuk berenang dan snorkeling. Arusnya tenang dan airnya jernih.

Pulau Bidadari

Benteng Martello di Pulau Bidadari

Benteng Martello di Pulau Bidadari (via harianpost.co.id)

Tidak banyak yang tahu bahwa Pulau Bidadari pernah dikenal dengan nama Pulau Purmerend atau Pulau Sakit. Mengapa? Karena pada abad ke-17, Pulau Sakit merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust sebagai pusat galangan kapal Kompeni. Selanjutnya, pulau ini menjadi tempat isolasi penderita kusta. Itu sebabnya dinamakan Pulau Sakit. Sejak 1790 tidak ada lagi pasien kusta dikirim ke pulau ini. Pulau Bidadari masih menyisakan reruntuhan Benteng Martello (Benteng Bundar), benteng Belanda yang di bangun pada 1850 sebagai benteng pertahanan dan menara pengawas.

Pulau Pramuka

Kantor Bupati Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka

Kantor Bupati Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka (via beritajakarta.id)

Dulu, Pulau Pramuka disebut Pulau Elang lantaran banyaknya burung elang di pulau tersebut. Karenanya, banyak orang datang untuk berkemah. Begitu populernya hingga tokoh Pramuka dunia berkemah dan mengadakan kegiatan kepramukaan di Pulau Elang. Setelah itu, pramuka berdatangan. Sehingga kemudian diganti menjadi Pulau Pramuka.

Pulau Edam

Mercu Suar Vast Licht di Pulau Edam

Mercu Suar Vast Licht di Pulau Edam (via jalan-jalan.com)

Pulau Edam dikenal sebagai Pulau Damar Besar karena banyaknya pohon Damar. Ada mercusuar Vast Licht setinggi 65 meter. Mercusuar ini dibangun pada 1879 atas izin Z.M. Willem II. Pulau Edam tak berpenghuni, merupakan tempat pembuangan Wali Sultan Ratu Syarita Fatimah, putri Sayid Ahmad dari Banten. Fatimah dikenal sebagai perempuan terdidik, pintar, dan mudah bergaul dengan para pejabat tinggi. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Top 10 Tempat Wisata Terpopuler di Kepulauan Seribu

1. Pulau Bidadari :

  • Terdapat benteng pertahanan yang berdiri kokoh.
  • Tempat tumbuh hutan mangrove.

2. Pulau Semak Daun :

  • Pantai pasir putih.
  • Snorkeling atau Diving.
  • Camping dan Sunset.

3. Pulau Ayer :

  • Terdapat cottage yang berada di atas laut dengan gaya etnik Papua.

4. Pulau Pramuka :

5. Pulau Panggang :

  • Pulau paling padat penduduknya.
  • Tempat budi daya ikan dengan Keramba Jaring Apung.

6. Pulau Harapan :

  • Tempat terumbu karang.
  • Penangkaran Elang Bondol.
  • Panorama bawah laut yang indah.

7. Pulau Pari :

  • Pesona pantai berpasir putih.
  • Tempat budi daya rumput laut.

8. Pulau Karya :

  • Terdapat pasir putih dan terumbu karang.
  • Tempat perkantoran dan instansi pemerintahan.

9. Pulau Tidung :

  • Wisata Jembatan Cinta.
  • Areal pertanian kelapa, mangrove, sukun, dan jambu biji.
  • Pesona laut biru yang indah dan jernih.

10. Pulau Onrust :

  • Banyak peninggalan arkeologi masa kolonial Belanda.
  • Terdapat Museum Pulau Onrust.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.