“Palang Pintu” Tradisi Khas dalam Pernikahan Betawi


Halo Jakartans! Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dikenal sebagai kawasan permukiman elit. Selain ada pusat perbelanjaan, Kemang selalu menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda modern, baik di kafe, restoran, atau warung pinggir jalan. Meski demikian, Padepokan sanggar Betawi Manggar Kelape Kemang, berusaha menjaga dan menularkan kearifan lokal dari tempat ini.

Komunitas ini membuat festival dengan nama budaya Betawi, Festival Palang Pintu. Sejak 13 tahun lalu, festival palang pintu ini rutin digelar setiap tahun. Belakangan, daerah lain juga mengadakan festival serupa dengan embel-embel nama daerah setempat, seperti Festival Condet, Festival Pesanggrahan, dan lain-lain.

Uniknya, Festival di Kemang ini, sebagai pelopor gelaran budaya tetap memakai nama budaya Betawi, Palang Pintu. Palang Pintu merupakan bagian seni pernikahan adat masyarakat Betawi. Palang memiliki arti menghalangi dan Pintu berarti tempat masuk. Dengan ini, palang pintu berarti menghalangi sesuatu yang ingin masuk.

Tradisi Palang Pintu merupakan simbol budaya Betawi di Jakarta

Tradisi Palang Pintu merupakan simbol budaya Betawi di Jakarta (via denmasdeni.blogspot.com)

Palang Pintu sendiri yaitu upacara adat Betawi dimana pada saat rombongan mempelai laki-laki sampai di tempat mempelai wanita, mempelai laki-laki tidak diperkenankan masuk sebelum menyelesaikan syarat-syarat yang diminta oleh pihak besan mempelai wanita.

Syaratnya biasanya ada dua yakni pihak mempelai laki-laki harus bisa silat dan digambarkan harus bertarung dengan tukang pukul dari pihak mempelai wanita. Belakangan, dari pihak lelaki biasanya menyiapkan jawara untuk mengalahkan petarung dari pihak mempelai wanita.

Eh bang, rumah gedongan rumah belande, pagarnya kawat tiang besi,

Gue kagak mau tau nih rombongan darimane mau kemane, tapi lewat nih kampung kudu permisi

 

Makan sekuteng di Pasar Jum’at, Mampir dulu di Kramat Jati

Aye datang ama rombongan dengan segala hormat, Mohon diterime dengan senang hati.

Sebelum bertarung, para jawara selalu berbalas pantun. Pada Festival Palang Pintu ke-13 tahun 2018 lalu, misalnya, Gapura yang berdiri kokoh di jalan Kemang tertulis ‘Gelar Budaya 2018’. Di bawahnya, terdapat pantun-pantun yang biasa disampaikan pada Palang Pintu. Terkadang, pantun berbalas ini menimbulkan gelak tawa bagi penontonnya.

Beragam Makna

Makna yang terkandung dari upacara palang pintu adalah pengantin laki-laki dituntut bisa main silat agar dapat melindungi calon istrinya dari orang-orang yang ingin berbuat jahat. Dan juga pengantin laki-laki dituntut harus bisa mengaji agar nantinya bisa menjadi imam yang baik dalam segi agama Islam dan mencontohkan hal-hal baik kepada anak dan istrinya.

Palang pintu adalah perpaduan silat dan seni pantun yang biasa digelar pada saat pernikahan tapi kini juga dipakai untuk acara penyambutan tamu atau acara hajatan lainnya serta diiringi dengan musik rebana atau marawis.

Kembali ke Festival Palang Pintu, Burhanuddin (50 tahun), Penasehat Padepokan Sanggar Betawi Manggar Kelape, mengatakan, pihaknya selalu menyajikan tema-tema berbeda setiap tahunnya. Tahun 2017 silam, ada kontes batu pandan dan ondel-ondel ngibing. Tahun 2018 ada lomba hadroh, reog, barongsai, dan angklung. Tapi, Lomba Palang Pintu tetap ada setiap tahunnya.

“Kita harus jadi tuan rumah di tanah kita sendiri. Salah satu ikon Betawi adalah Palang Pintu. Harus kita lestarikan itu. Makanya, kita yang pertama kali mengadakan ini. Coba Anda tanya, festival palang pintu dimana. Pasti jawabnya Kemang. Mulai orang Jakarta sampai Belgia, sudah mengenal Festival Palang Pintu Kemang,” ujar Burhanuddin.

Festival Palang Pintu XII 2018 di Kemang dengan tema Ondel-Ondel Ngibing

Festival Palang Pintu XII 2018 di Kemang dengan tema Ondel-Ondel Ngibing (via merdeka.com)

Diakuinya, Festival Palang Pintu ini murni diadakan secara swadaya oleh masyarakat Kemang. Meski tanpa bantuan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), festival yang diadakan untuk menyambut HUT DKI Jakarta itu telah menjadi destinasi wisata tersendiri. Ribuan masyarakat berdatangan menghadiri pesta rakyat di sana.

Jalan Kemang Raya sepanjang 800 meter dipadati rakyat dari beragam kalangan. Festival tahunan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi Palang Pintu dari puluhan grup se-Jabodetabek, namun sejumlah hiburan lain juga digelar baik seni budaya Betawi lainnya maupun pertunjukan band modern.

Festival Palang Pintu XII 2018 di Kemang yang meriah

Festival Palang Pintu XII 2018 di Kemang yang meriah (via tribunnews.com)

Ratusan stand berjejer di sepanjang Jalan Kemang Raya, menawarkan aneka macam produk dari fesyen, kuliner, otomotif, aksesoris maupun cinderamata. Sedikitnya, ada 260 stand yang turut meramaikan ajang ini. Seperti dituturkan Ketua Pelaksana Festival Palang Pintu Kemang, Edi Mulyadi, ada ribuan warga yang berdatangan dari berbagai pelosok Jakarta.

“Bisa lihat sendiri, animo masyarakat sangat tinggi, pengunjung bisa mencapai ribuan. Tak hanya menyaksikan festival, para pengunjung juga bisa berbelanja dan menikmati kuliner khas, baik kuliner Betawi seperti kerak telor, es selendang mayang, dodol betawi, dan lainnya,” katanya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.