Pasar Ikan Menjadi Cagar Budaya


Menjaga dan melestarikan Sunda Kelapa

Halo Jakartans! Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggodok aturan baru terkait penataan Sunda Kelapa. Khususnya kawasan Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Rencananya, aturan tersebut akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub). Pihak Pemda melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sedang menyusun master plan yang dimasukkan ke dalam draft Pergub. Adapun master plan itu dibuat dengan mempelajari desain kawasan Sunda Kelapa yang sebelumnya sudah ada. Nantinya desain itu akan menjadi dasar membuat Pergub. Karena harus membuat zonasi, peruntukan, serta pembatasan mana area yang boleh dibangun dan tidak. Semuanya sedang dalam proses.

Salah satu pemandangan historis dari Pasar Ikan

Salah satu pemandangan historis dari Pasar Ikan (via geloranews.com)

 

Penertiban dan penataan kawasan Pasar Ikan sudah mulai dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta

Penertiban dan penataan kawasan Pasar Ikan sudah mulai dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta (via kompas.com)

Tahap revitalisasi kawasan Pasar Ikan ini juga akan melibatkan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta yang telah melakukan lelang tender pengerjaan yang merupakan bagian dari proyek revitalisasi tersebut.

Di lokasi ini nantinya, akan dibuat museum, tempat penjualan ikan hias, hingga kafe. Proyek revitalisasi menelan dana Rp 24 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Selain proyek DKPKP, ada dua proyek lainnya yang akan dikerjakan di kawasan Pasar Ikan. Proyek pertama adalah pembangunan PD Pasar Jaya. Di pasar itu nantinya akan dijual semua kebutuhan masyarakat secara umum. Pembangunan PD Pasar Jaya ditargetkan rampung pada 2018 ini. Adapun proyek kedua adalah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan dikerjakan Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta.

Jika dilihat perencanaannya, sebagian di ujung utara untuk penghijauan. Sheetpile (dinding turap) sudah selesai, nanti bisa juga difungsikan sebagai ruang publik atau tempat parkir. Kawasan Pasar Ikan bakal menjadi sentra wisata bahari Jakarta yang terintegrasi dengan Kota Tua.

Museum Bahari di Pasar Ikan

Museum Bahari di Pasar Ikan (via tempo.co)

 

Bangunan hexagonal di Pasar Ikan

Bangunan hexagonal di Pasar Ikan (via okezone.com)

Dibanding Pergub No.36 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Kawasan Kota Tua, Pergub baru ini lebih detail membahas mengenai penataan kawasan Sunda Kelapa. Khususnya perlindungan serta pengembangan sub kawasan Pasar Ikan. Dalam Pergub 36, master plan bersifat umum. Sementara di Pergub baru lebih tajam., khususnya kawasan Pasar Ikan. Disana ada perlindungan kawasan cagar budaya yang akan di pertegas. Penyusunan Pergub penataan kawasan Sunda Kelapa akan menjadi semangat untuk melestarikan salah satu peninggalan Batavia ini.

Menurut informasi dari PD Pasar Jaya, pihaknya akan membuka peluang bagi pengusaha lokal di sekitar kawasan Penjaringan, Jakarta Utara untuk membuka usaha di kawasan Pasar Ikan. Namun, seluruh pelaku usaha yang berniat masuk ke pasar wajib mengikuti aturan yang berlaku kelak. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Menilik Sejarah Pasar Ikan Penjaringan

  • Di zaman VOC (Belanda) bernama Vishmarkt.
  • Luas lahan mencapai 3 hektar.
  • Pertama kali dibangun pada 1631 oleh pemerintahan kolonial Belanda.
  • Sejak Indonesia merdeka, kawasan Pasar Ikan tak sepenuhnya menjual ikan lagi.
  • Warga mendiami kawasan tersebut dan mendirikan warung kelontong.
  • Bangunan Pasar Ikan dibangun pada 1920. Sampai 1975, bangunan Pasar Ikan tetap berfungsi.
  • Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup Pasar Ikan pada 1975.
  • Bangunan Pasar Heksagon kemudian dijadikan Balai Penelitian Kelautan, dan ditempatkan aquarium besar.
  • Pasar Ikan memiliki denah unik berupa 4 bangunan berbentuk segi 6 (hexagon) dan dihubungkan dengan atap pelana memanjang dengan kuda kayu yang memiliki struktur unik. Dari atas terlihat seperti benteng atau kastil dengan 4 sudut kubu pertahanannya (bastion).

Perubahan Pasar Ikan

  1. Menjadi Museum Bahari atau Museum Pelelangan Ikan.
  2. Beberapa bangunan tua, seperti pasar Hexagonal akan tetap dijaga sebagai heritage (warisan) sejarah setempat.
  3. Bangunan disulap menjadi kafe, lengkap dengan penjual ikan dalam aquarium, serta ikan hias.
  4. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.