Pasar Santa Ubah Wajah, Gaet Komunitas


Halo Jakartans! Program penataan pasar tradisional mulai menampakkan hasil. Pasar Santa yang semula dikenal kumuh dan sepi sudah ramai dan belakangan menjadi ikon wisata baru dan tempat nongkrong bagi warga di wilayah Jakarta Selatan.

Pasar Santa mungkin tak setenar Pasar Blok M yang hampir semua orang tahu. Tapi pasar yang lokasinya masih berdekatan dengan Blok M ini sudah mulai menggeliat. Setelah ditata dan direvitalisasi pada tahun 2014 lalu, pasar ini menjadi salah satu pusat wisata kuliner di wilayah Jakarta Selatan yang cukup ramai.

Pasar Santa di Jakarta Selatan

Pasar Santa di Jakarta Selatan (via rmol.co)

Pasar Santa yang berlokasi di Jalan Cisanggiri II, Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini, sebenarnya tidak begitu jauh dari Blok M. Dengan berjalan kaki dapat ditempuh dari terminal Blok M sekitar 15 menit. Tapi bila ingin naik kendaraan umum harus yang melewati Jl. Wolter Monginsidi, kemudian lanjut masuk ke Jl. Cipaku. Jika tidak ingin repot cukup panggil ojek dan minta antar ke sana dengan ongkos antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Sempat sepi

Seperti kebanyakan pasar tradisional lainnya di Jakarta yang terlihat sepi pembeli, demikian juga kondisi Pasar Santa sebelum direvitalisasi. Pasar Santa sudah ada sejak 1971, namun baru menjadi pasar permanen pada 2007 lalu. Namun sejak menjadi pasar permanen suasana tetap tak kunjung berubah, pengunjung pasar tetap sepi. Hingga akhirnya pada tahun 2014 lalu, Kepala Pasar Santa waktu itu, Bambang Sugiarto, melakukan gebrakan bekerja sama dengan komunitas kopi dan piringan hitam.

Tepat 25 Juli 2014, pihak pasar menjalin kerjasama dengan komunitas kopi dan piringan hitam. Hasil kerjasama itu pun berbuah manis karena sejak masuknya komunitas tersebut, Pasar Santa mulai bergeliat. Penawaran yang dilakukan pasar Santa dengan menggunakan sewa Rp 3 juta – Rp 3,5 juta per tahun di lantai satu bak kacang goreng dan menjadi magnet bagi penyewa. Dalam waktu singkat 350 kios pun resmi disewa. Semangat meramaikan Pasar Santa itu selanjutnya diresmikan dalam bentuk meluncurkan wajah baru Pasar Santa pada Oktober 2014 dan mengusung nama baru Santa Modern Market.

Suasana Pasar Santa kekinian

Suasana Pasar Santa kekinian (via jejakpiknik.com)

Setiap hari dipastikan Pasar Santa selalu ramai. Keramaian akan bertambah pada Jumat sore dan berlangsung hingga tengah malam. Keramaian berlanjut pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, mulai pukul 3 sore hingga tengah malam. Pada akhir pekan, keramaian terjadi di lantai satu dan dua. Terutama lantai dua yang didominasi anak-anak muda yang tengah menghabiskan malam minggunya di warung-warung kuliner.

Pasar Santa terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar dipakai oleh para pedagang sayur mayur, sembako, toko kelontong, pusat toko mainan, dan lainnya. Kemudian lantai satu lebih beragam, terdapat toko-toko yang menjual pakaian, bahan makanan, distro, taylor, barang elektronik, toko kaset bekas. Adapun lantai dua yang kini menjadi perhatian warga dengan hadirnya warung-warung kuliner serta komunitas pecinta kopi dan piringan hitam. Selain itu, terdapat juga kios-kios komunitas kreatif lainnya di antaranya pembuat kue unik maupun pecinta seni seperti gambar.

Masih Eksis

Oktober 2015 merupakan momen yang tak bisa dilupakan oleh dua anak pecinta kopi, Hendri Kurniawan dan Ve Handojo. Dua orang inilah yang menjejakkan kaki pertama kali di Pasar Santa. Kehadiran mereka dengan membuka gerai yang ABCD (A Bunch of Caffeine Dealers) di Pasar Santa awalnya sekadar untuk ajang latihan membuat kopi.

Dalam perjalanan waktu ABCD mulai menarik pengunjung karena konsepnya yang menarik. Pemiliknya menjalankan ABCD bukan sebagai kafe, tapi sebagai playground for coffee geeks. Gerai kopi yang hanya buka di hari-hari tertentu ini bahkan tak mematok harga kopi yang dihidangkan.

Setelah ABCD, satu per satu merchant lokal mulai mengikuti jejak ABCD masuk ke Pasar Santa termasuk sekolah-sekolah dan studio seni. Seperti Tianzifang yang berpengalaman menawarkan bisnis-bisnis kreatifnya di area-area komersil di Shanghai.

Berbagai gerai dengan style anak muda di Pasar Santa

Berbagai gerai dengan style anak muda di Pasar Santa (via checkinjakarta.id)

Jelang malam datang, kios di Pasar Santa berubah wajah. Ada berbagai piringan hitam lawas yang bisa dilihat sebagai sejarah peralatan dalam mendengarkan musik. Ada pula kios dengan aneka peralatan masak modern karena menyajikan makanan waralaba dari luar negeri.

Penataan apik dari tangan-tangan kreatif membuat pasar Santa menawarkan pemandangan kekinian. Tidak hanya sebatas jual dan beli di Pasar Santa, tempat ini juga dijadikan sarana bertukar pikiran bagi anak muda anggota komunitas tertentu. Pasar Santa kini telah berubah menjadi pusat tongkrongan baru anak-anak muda di Jakarta Selatan. Pasar yang sebelumnya identik dikunjungi asisten rumah tangga untuk berbelanja kebutuhan pokok dan sayur mayur, kini ramai didatangi orang dari segala jenis kelamin dan usia serta tak berkelas. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.