Perlindungan Dampak Pohon Tumbang untuk Warga DKI Jakarta


Halo Jakartans! Sebagai upaya memberikan keamanan dan perlindungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kehutanan memberikan santunan bagi korban yang terkena musibah akibat pohon tumbang. Program yang dilaksanakan sejak tahun 2000-an ini sudah melayani ratusan warga yang dirugikan akibat pohon tumbang.

Pohon tumbang yang dimaksud adalah pohon-pohon yang dikelola oleh Dinas Kehutanan di seluruh wilayah Jakarta. Artinya, musibah bukan karena pohon yang sifatnya pribadi, seperti ditanam di perkarangan rumah atau area perkantoran.

Menariknya, program santunan warga terdampak pohon tumbang ini hanya dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum Dinas Kehutanan DKI Jakarta, sudah banyak Pemerintah Kota lain yang melakukan studi banding untuk bisa mempelajari dan melaksanakan program seperti ini di daerahnya masing-masing. Program ini adalah murni dibuat oleh Dinas Kehutanan DKI yang tidak miliki oleh pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kehutanan memberikan santunan dalam beberapa bentuk kerugian. Warga DKI yang terkena dampak dapat mengklaim santunan ini bila mengalami cacat, meninggal dunia, bahkan sampai kerugian harta benda, seperti rumah yang rusak atau mobil yang tertimpa pohon.

Mobil seorang warga yang hancur tertimpa pohon, santunan dari Dinas Kehutanan akan sangat membantu atas musibah yang terjadi

Mobil seorang warga yang hancur tertimpa pohon, santunan dari Dinas Kehutanan akan sangat membantu atas musibah yang terjadi (via okezone.com)

Selama tiga tahun terakhir, penyerahan santunan terhadap warga DKI yang menjadi korban terdampak cukup signifikan. Pada 2015 dengan plafon Rp 674.000 yang disediakan terklaim Rp 174.000. Pada 2016, klaim naik menjadi Rp 214.000 dari plafon Rp 679.000. Sedangkan pada 2017 dengan plafon Rp 620.000, jumlah penyerapan klaimnya mencapai Rp 477.000.

Nominal santunan yang diberikan kepada warga terdampak mengalami peningkatan drastis pada 2017 lalu. Dari semula Rp 15 juta untuk korban meninggal dan Rp 10 juta untuk kerugian material serta cacat, kini menjadi Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia dan Rp 15 juta untuk cacat serta kerugian material, termasuk juga untuk pengobatan rawat jalan.

Kenaikan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Jumlah peningkatan santunan mengikuti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Untuk mengurus proses pengajuan klaim santunan, warga harus dapat memberikan bukti identitas diri dan kepemilikan atas properti maupun harta benda yang terkena dampak pada area pengelolaan Dinas Kehutanan, yakni meliputi taman kota, jalur hijau, atau pun pada areal Taman Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan bentuk kecelakaan juga bervariasi. Mulai dari tersengat listrik, rusaknya sarana-prasarana, pohon yang lapuk, sampai saat pelaksanaan pekerjaan operasional Dinas Kehutanan di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Tapi sebelumnya warga yang terkena dampak harus melalui survei setelah mengajukan permohonan, Dinas Kehutanan akan meminta pihak asuransi rekanan untuk melakukan pengecekan terhadap kecelakaan yang dialami oleh warga tersebut.

Sementara untuk harta benda bergerak, layaknya sepeda motor atau mobil, tidak berlaku bila sudah memiliki asuransi. Tidak bisa double claim, jadi yang sudah punya asuransi sendiri pada kendaraannya tidak akan di-cover lagi. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Tata Cara Permohonan Klaim Santunan Akibat Pohon Tumbang

  • Membuat surat permohonan klaim santunan yang ditujukan kepada Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta di Jalan Aipda KS. Tubun No.1, Jakarta Pusat.
  • Foto kejadian.
  • Surat permohonan disertai dengan Laporan Kejadian dari Kepolisian.
  • Fotokopi KTP dan STNK/BPKB.
  • Surat keterangan dari Suku Dinas di lima wilayah DKI (sesuai dengan lokasi kejadian).
  • Kwitansi / estimasi biaya kerugian.
  • Surat pernyataan tidak diasuransikan (bagi kendaraan atau properti).
  • Surat Kuasa (bagi pemohon yang dikuasakan).
  • Surat visum dari pihak Rumah Sakit dan Surat Keterangan Kematian dari Rt/Rw serta kelurahan tempat tinggal korban.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.