Permainan Tradisional Betawi yang Wajib Tahu!


Permainan Tradisional Semakin Ditinggalkan

Halo Jakartans! Meski terkesan sama, permainan tradisional di setiap daerah umumnya memiliki ciri khas yang berbeda satu dengan yang lainnya. Permainan ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Nah, bagaimana dengan permainan tradisional Betawi ?

Permainan tradisional dapat diartikan sebagai bentuk permainan anak yang beredar secara lisan di anggota kolektif tertentu. Permainan tersebut umumnya sangat sederhana, memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. Tak diketahui pasti sejak kapan permainan tradisional Betawi mulai ada dan dimainkan oleh masyarakat. Berbagai literatur menyebut bahwa permainan tradisional Betawi mulai dimainkan sejak Belanda masuk ke Batavia, diikuti oleh suku-suku lainnya.

Sejak itu, aneka permainan tradisional yang dibawa masing-masing suku dimainkan hingga menyebar. Akulturasi dari berbagai permainan tradisional dari berbagai daerah ini mewaris, turun-temurun hingga saat ini. Karena menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat, baik itu Betawi maupun daerah seperti Sunda, Jawa, dan lainnya, biasanya ada kemiripan antara permainan tradisional Betawi dengan daerah lain. Berdasarkan informasi yang di dapat dari pengelola Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, yang membedakan biasanya pada penyebutan atau peraturan permainannya.

Permainan Congklak

Permainan Congklak (via blogspot.com)

Misalnya saja Jangkungan, permainan tradisional Betawi yang menggunakan dua batang bambu berukuran 1,5 meter hingga 2 meter. Di daerah seperti Jawa Tengah atau Jawa Barat, Jangkungan dikenal dengan nama Engrang. Contoh lainnya adalah Dampu yang dikenal di daerah lain sebagai Taplak atau Engklek. Permainan tersebut menggunakan kapur untuk menggambarkan arena yang akan digunakan untuk bermain. Arena tersebut berupa beberapa ukuran kotak dengan bentuk gunung di bagian atas.

Secara umum, permainan tradisional Betawi memiliki bentuk yang beragam. Bisa dibedakan dari pemainnya, usia pemainnya, hingga jenis kelamin pemainnya. Banyak permainan tradisional untuk anak laki-laki dan perempuan yang berbeda cara bermainnya. Anak laki-laki biasanya memainkan sejumlah permainan tradisional seperti Bandring, Pletokan, hingga Tok Kadal. Sementara permainan anak perempuan Betawi seperti Congklak, Pongpong Balong, Lompat Tali, Tok Tok Ubi, atau main Bekel.

Permainan Gasing

Permainan Gasing (via keluargacaplang.com)

Ada juga sejumlah permainan yang bisa dimainkan secara bersama-sama antara anak laki-laki dan perempuan seperti Petak Umpet, Serok Kwali, Dampu, Galasin, Klitikan hingga Uler-uleran. Sayangnya, saat ini banyak permainan yang semakin ditinggalkan atau jarang dimainkan oleh anak-anak. Penyebabnya antara lain kurangnya area bermain, waktu bermain yang semakin sedikit, serta minimnya pewarisan antar generasi. Permainan tradisional Betawi umumnya tidak hanya menguji ketangkasan, tapi juga sarat dengan filosofi hidup masyarakat Betawi seperti kesabaran dan keuletan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Ragam Permainan Asli Betawi

Betawi memiliki permainan tradisional yang sangat kaya. Sayangnya, sebagian besar permainan ini sudah semakin ditinggalkan dan tergerus zaman, terutama dengan keberadaan teknologi seperti ponsel pintar. Apa saja?

  1. Maen Kelereng (gundu)
  2. Pletokan
  3. Gundu Lobang
  4. Gangsing
  5. Bola Gebok / Kasti
  6. Petak Umpet
  7. Dampu
  8. Tok Kadal Dua Batu
  9. Galasin
  10. Petak Lari
  11. Maen Bekel
  12. Congklak
  13. Serok Kwali
  14. Tepok Nyamuk
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.