Polda Metro Jaya Gelar Grand Launching E-TLE dan IVRIS-SMS INFO 8893


Halo Jakartans! Hari ini, Minggu 25 November 2018, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) secara resmi menggelar grand launching sistem tilang elektronik, tepatnya “Electronic Traffic Law Enforcement” (E-TLE) dan “Integrated Vehicle Registration and Identification System (IVRIS) SMS INFO 8893 di area Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat. Tilang Elektronik sebenarnya telah berlaku efektif terhitung sejak per 1 November 2018.

Wakapolri Komjen Pol. Drs. Ari Dono Sukmanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Drs. Syafruddin, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Idham Azis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan pejabat utama Polda Metro Jaya turut hadir dalam acara tersebut.

Acara peluncuran sistem tilang elektronik oleh Polda metro Jaya

Acara peluncuran sistem tilang elektronik oleh Polda metro Jaya (via tribunnews.com)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menggelar uji coba tilang elektronik di DKI Jakarta sejak 1 Oktober lalu di kawasan Jalan MH. Thamrin. Dan hasilnya sebanyak 2.441 kendaraan telah ditindak. Surat konfirmasi pelanggaran telah diberikan kepada pengendara sejak awal November ini.

Dalam kesempatan ini, Polri meminta dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penerapan sistem “Electronic Traffic Law Enforcement” (E-TLE) dengan memperbanyak jumlah kamera CCTV di jalan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolri Komjen Pol. Drs. Ari Dono Sukmanto. Kini telah terpasang sebanyak 81 unit CCTV yang tersebar pada 25 lokasi di seluruh wilayah Jakarta.

Wakapolri juga berharap nantinya sanksi tilang bisa diintegrasikan dengan pencabutan listrik atau air. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi kontak masyarakat dengan petugas. Sistem E-TLE diharap mampu rubah perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan sistem tilang elektronik yang mulai aktif diberlakukan

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan sistem tilang elektronik yang mulai aktif diberlakukan (via pmjnews.com)

 

Telah ditempatkan 81 unit CCTV dalam rangka penerapan sistem tilang elektronik

Telah ditempatkan 81 unit CCTV dalam rangka penerapan sistem tilang elektronik (via suara.com)

Sistem tilang elektronik ini mempunyai keunggulan untuk Polri dan masyarakat. Pertama, tilang elektronik memudahkan petugas mendeteksi nomor registrasi kendaraan pelanggar lalu lintas secara otomatis. Selanjutnya, tilang elektronik berbasis teknologi informasi dan komunikasi akan lebih efektif, efisien, dan transparan.

Nah, warga Jakarta, inilah mekanisme sistem E-TLE :

  1. Teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) akan merekam tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang melanggar.
  2. Polisi akan cek identitas kendaraan bermotor, membuat surat konfirmasi dan verifikasi, lalu mengirim surat tersebut ke pemilik kendaraan bermotor.
  3. Setelah menerima surat tersebut, pemilik kendaraan bermotor wajib melakukan konfirmasi dalam waktu kurang dari seminggu. Kalau tidak ada tanggapan, petugas berhak memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan tersebut.
  4. Setelah melakukan konfirmasi, pemilik kendaraan akan mendapatkan kode Briva tilang elektronik melalui nomor telepon genggam yang tertera pada surat konfirmasi. Lalu, petugas akan mengirimkan lembar tilang warna biru ke alamat pemilik kendaraan.

Berikut lokasi titik unit CCTV di Jakarta :

1. Simpang traffic light Kota sebanyak 3 kamera.
2. Simpang traffic light Olimo (2 unit)
3. Simpang traffic light Ketapang atau Gajah Mada (2 unit)
4. Simpang traffic light Harmoni (4 unit)
5. Simpang traffic light Istana Negara (1 unit)
6. Simpang Bundaran Patung Kuda (2 unit)
7. Simpang traffic light Kebon Sirih (4 unit)
8. Simpang traffic light Sarinah (4 unit)
9. Simpang traffic light Bundaran HI (4 unit)
10. Simpang Bundaran Senayan (3 unit)
11. Simpang traffic light Al Azhar (3 unit)
12. Simpang traffic light CSW (4 unit)
13. Simpang traffic light Monalisa (3 unit)
14. Jalan Gatot Subroto Simpang Pancoran (4 unit)
15. Jalan Gatot Subroto Simpang Kuningan (4 unit)
16. Jalan Gatot Subroto Simpang Slipi (4 unit)
17. Jalan S Parman Simpang Tomang (4 unit)
18. Jalan S Parman Simpang Grogol (4 unit)
19. Simpang Asia Afrika (3 unit)
20. Simpang traffic light Halim Baru (4 unit)
21. Simpang traffic light Halim Lama (3 unit)
22. Simpang traffic light Rawamangun (2 unit)
23.Simpang traffic light Pramuka (4 unit)
24. Simpang traffic light Rawasari (2 unit)
25. Simpang traffic light Cempaka Putih (4 unit)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.