Rawan Tumbang, Bolehkah Menebang Pohon Sendiri?



Waspada Pohon Tumbang di Musim Hujan

Halo Jakartans! Menjelang akhir tahun 2018, diperkirakan akan memasuki musim penghujan. Kita bisa mencari informasi tepatnya melalui Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ibukota Jakarta sangat rentan dengan bahaya banjir dikarenakan letak geografisnya yang mayoritas dibawah permukaan air laut.

Akibatnya, bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang menjadi hal yang patut diwaspadai. Pohon-pohon tua di pinggir jalan bisa membahayakan para pengguna jalan. Pertanyaannya, apakah dengan alasan keselamatan, bisakah warga menebang pohon? Adakah prosedurnya?

Warga masyarakat dapat mengajukan izin untuk menebang pohon sesuai dengan peraturan yang berlaku

Warga masyarakat dapat mengajukan izin untuk menebang pohon sesuai dengan peraturan yang berlaku (via berita satu.com)

Tentu saja, masyarakat tidak bisa menebang pohon tanpa izin dari Pemprov DKI Jakarta. Prosedur penebangan pohon secara resmi mulai dilakukan sejak 2015. Masyarakat dapat melapor dan mengajukan izin ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pemohon dapat dengan mudah mengunduh surat formulir permohonan C-15 dan check list persyaratan di laman situs www.pelayanan.jakarta.go.id.

Selanjutnya, tinggal penuhi persyaratan seperti memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk Warga Negara Indonesia atau KITAS/VISA dan Paspor untuk Warga Negara Asing (WNA). Jika Badan Hukum, maka syarat yang diperlukan adalah Akta pendirian (kantor pusat dan kantor cabang) dan SK Pengesahan dari Kemenkumham untuk PT dan Yayasan, Kementerian Koperasi untuk Koperasi dan Pengadilan Negeri untuk CV.

Pemohon juga harus melengkapi foto pohon, nama pohon, jenis pohon (contoh pohon berbuah atau pohon pelindung), ukuran pohon (diameter dan tinggi), jumlah pohon dan lokasi pohon (kelurahan, nama jalan, dan peta lokasi). Permohonan dapat disampaikan juga kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Pertamanan Kota Administrasi, Kepala Seksi Pertamanan Kecamatan.

Selanjutnya, akan dibentuk dan dibahas tim TP4 untuk dilakukan survei dan analisis. Setelah dilakukan pembahasan dan survei lokasi, maka dilakukan penebangan. Sebelum pelaksanaan penebangan, pemohon harus melaporkan rencana pelaksanaan tersebut kepada pengelola wilayah / daerah yang bersangkutan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Penebangan Pohon harus se-izin PTSP

  • Mulai 2015, penebangan pohon harus terlebih dahulu mengajukan izin ke PTSP.
  • Sebelum ditebang, Dinas Pertamanan akan melakukan peninjauan terlebih dahulu. Jika menyalahi estetika, izin penebangan tidak akan disetujui.

3 Cara Melaporkan Pohon yang Rawan

  1. Melapor ke telepon (021) 536741 atau 5328454.
  2. Mention ke akun twitter @pospohontumbang.
  3. Melapor ke PTSP Kelurahan untuk kemudian diteruskan ke Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

Prosedur Menebang Pohon lewat PTSP

  • Pemohon melapor dan mengajukan izin ke PTSP.
  • Mengunduh formulir permohonan dan daftar persyaratan di https://pelayanan.jakarta.go.id
  • Dinas Pertamanan akan melakukan survei ke lokasi untuk memberi kesimpulan dan rekomendasi.
  • Hasil penilaian pohon jadi ditebang atau ditoping (dipindahkan) akan dikirimkan ke pemohon.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.