Rencana Dana Pendidikan Menggunakan Emas


Emas adalah salah satu instrumen investasi yang baik

Emas adalah salah satu instrumen investasi yang baik (via pixabay.com)

Halo Jakartans! Emas memang sangat disarankan sebagai alat lindung nilai. Dalam kaitannya dengan fungsi lindung nilai ini, sebenarnya fungsi emas bukan hanya sebatas melindungi aset kita dari gerusan inflasi namun juga berfungsi sebagai media investasi dan pencapaian nilai untuk perencanaan keuangan. Hal yang dapat kita lakukan terkait upaya pencapaian nilai ini adalah untuk perencanaan dana pendidikan, perencanaan dana ibadah haji atau bahkan perencanaan dana pernikahan anak misalnya.

Sekedar ilustrasi, misalkan biaya pendidikan tinggi saat ini membutuhkan dana Rp 120 juta untuk uang pangkalnya. Sementara putra/putri kita baru berusia 6 tahun sehingga masih tersisa 12 tahun untuk sampai ke jenjang tersebut. Tentu nilai ini akan meningkat secara nominal karena tergerus inflasi, dimana diperkirakan inflasi biaya pendidikan mencapai 12% per tahunnya. Maka, dalam 12 tahun mendatang diperkirakan biaya pendidikan tersebut telah mencapai Rp 467 juta lebih!

Sekarang, mari kita lihat potensi lindung nilai dan pencapaian nilai melalui investasi emas. Kita perkirakan harga emas per gram saat ini Rp 520.000,- dan akan meningkat per tahunnya secara rata-rata sebesar 20%. Maka untuk memperoleh emas senilai Rp 1,6 milyar di atas dibutuhkan emas murni senilai Rp 52 juta saat ini atau sebanyak 100 gram. Bagaimana jika kita tidak mampu membelinya sekaligus?

Cara pertama : Ambil KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Dengan tingkat suku bunga rata-rata sekitar 1.4% per bulan, maka jika Anda mengambil kredit sebesar Rp 52 juta, Anda akan harus mencicil Rp 2,9 juta/bulan selama 24 bulan, atau harus mencicil Rp 2,2 juta/bulan selama 36 bulan, atau harus mencicil Rp 1,8 juta/bulan selama 48 bulan, atau jika ingin mencicil 60 bulan sebesar Rp 1,6 juta/bulan.

Cara kedua : Mencicil membeli emas. Dengan asumsi perhitungan di atas kita membutuhkan 100 gram, dan kemampuan kita rata-rata per bulan menyisihkan dana Rp 2 juta-an untuk membeli emas, maka kita bisa anggap akan dicicil membeli emas sebanyak 5 gram per bulan atau seharga sekitar Rp 2,5 – 2,7 juta. Yang harus diperhatikan dengan cara ini adalah tiga hal berikut :

  1. Kebutuhan dana untuk mencicil pembelian emas akan kemungkinan besar terus meningkat sejalan dengan pergerakan harga emas per gram nya.
  2. Harga emas per gram untuk satuan kecil (misalkan 5 gram) pasti lebih mahal dibandingkan harga emas per gram untuk satuan besar (misalkan 100 gram).
  3. Adanya fluktuasi harga emas serta kedua hal di atas seringkali mengakibatkan kegagalan dalam perencanaan karena gagal mengantisipasi kebutuhan dana.

Penggunaan KTA memang terasa tidak lazim, namun untuk hal yang lebih pasti, dan produktif, secara finansial bukanlah sesuatu yang tabu. Silakan dicoba!

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.