Rencana Pasar Apung di Setu Babakan


Tambah Daya Tarik Setu Babakan

Halo Jakartans! Wacana menghadirkan pasar apung (floating market) di Setu Babakan patut diapresiasi. Selain memberi kesempatan para pedagang untuk meningkatkan pendapatan mereka, juga dapat menambah daya tarik tersendiri bagi Setu Babakan yang selama ini dikenal sebagai lokasi wisata Kampung Betawi.

Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas 32 hektar yang airnya berasal dari sungai Ciliwung. Danau ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk rekreasi air seperti memancing, sepeda air, atau bersepeda mengelilingi tepian setu. Bukan hanya menikmati danau ketika menyambangi Setu Babakan. Berada di Setu Babakan artinya sedang berada di lokasi perkampungan budaya Betawi. Di kampung ini masyarakat luas bisa melihat langsung warisan budaya asli Betawi.

Selain menikmati pemandangan sekitaran danau nan indah, Setu Babakan yang menjadi lokasi wisata andalan Pemerintah DKI Jakarta ini menyuguhkan sesuatu terkait budaya Betawi. Di Setu Babakan ini pengunjung dapat menikmati suasana khas pedesaan dengan budaya Betawi yang kental.

Sebanyak 3.000-an kepala keluarga yang secara turun temurun mendiami perkampungan Betawi ini selama puluhan tahun. Masyarakat Setu Babakan ini masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi, memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan taraf hidupnya.

Perkampungan Betawi di Setu Babakan ini memiliki luas 289 hektar. Dan 65 hektar di antaranya adalah milik Pemerintah DKI Jakarta. Dari 65 hektar itu Pemprov DKI baru mengelola setengahnya atau sekitar 32 hektar.

Untuk lebih memberikan daya tarik bagi lokasi wisata yang satu ini, saat Gubernur DKI dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama, Pemerintah DKI Jakarta sempat melontarkan wacana menghadirkan Pasar Apung di danau yang berada di Setu Babakan tersebut.

Wahana wisata air bebek kayuh di danau buatan Setu Babakan

Wahana wisata air bebek kayuh di danau buatan Setu Babakan (via indonesiakaya.com)

Pembangunan dan pengelolaan pasar tersebut rencananya bakal dikerjasamakan dengan pihak swasta seperti pusat jajanan Lenggang Jakarta. Rencana konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) di Setu Babakan sama halnya seperti yang diterapkan di Lenggang Jakarta. Hanya bedanya, di perkampungan budaya Betawi itu, aktivitas jual beli akan dilakukan di atas air dengan menggunakan perahu.

Dalam rangka mempersiapkan hal itu, studi banding ke Pasar Apung di Lembang pun telah dilakukan oleh tim yang terdiri dari perwakilan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Dinas Tata Air, Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Biro Hukum Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Perindustrian dan Energi DKI, dan Lembaga Budaya Betawi Setu Babakan.

Pemberdayaan Kaki Lima

Hingga kini belum ada kelanjutan dari rencana Pasar Apung tersebut, namun berdasarkan informasi dari Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, masih dilakukan pengkajian mendalam dengan melakukan perbandingan dengan pengelola Pasar Apung di Lembang, Jawa Barat. Pasar Apung di Lembang yang bisa di tiru adalah bagaimana lokasi wisata tersebut menata para pedagang yang ada di sekitaran pasar apung.

Saat ini, kawasan Setu Babakan pedagangnya kurang tertata. Hal itu terlihat dari banyaknya meja pedagang yang diletakkan di pinggir danau. Pinggir danau itu sudah ada lintasan untuk berjoging. Dan adanya meja pedagang itu jadi mengganggu. Secara geografis Setu Babakan dan Pasar Apung di Lembang ada perbedaan. Setu Babakan lebih pas jika menonjolkan sisi budaya Betawi.

Setu Babakan dengan danau buatannya

Setu Babakan dengan danau buatannya (via indonesiakaya.com)

Menurut catatan DKUMKMP DKI Jakarta, pada tahun 2015 terdapat 415 pedagang yang terverifikasi. Seperti keberadaan pedagang kaki lima yang berada di lokasi wisata lainnya di Jakarta, pedagang di sekitaran Setu Babakan yang kurang tertata ini menjadi salah satu permasalahan tersendiri di perkampungan budaya Betawi.

Berangkat dari keinginan menata pedagang inilah muncul wacana Pasar Apung, yang merencanakan para pedagang akan menjajakan dagangannya di atas perahu. Akankah Pasar Apung akan terealisasi? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.