Revitalisasi Lapangan Banteng


Halo Jakartans! Sejarah panjang menyertai eksistensi Lapangan Banteng di Jakarta Pusat yang sudah berdiri sejak 1632. Keberadaannya sudah diakui sejak masa kolonial Belanda sebagai kawasan penting di Jakarta. Posisinya yang sangat strategis menjadikan Lapangan Banteng mengemban peran sebagai lapangan terpenting kedua di Jakarta setelah Lapangan Monas.

Tahun 2017 lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggagas proyek revitalisasi Lapangan Banteng. Tujuannya memberikan fasilitas lebih baik yang bisa di akses oleh warga secara gratis selama 24 jam penuh. Revitalitasi Lapangan Banteng telah menjadi program prioritas bagi Pemprov DKI Jakarta kala itu. Maklum, program revitalisasi terakhir dilakukan pada 1981 atau 38 tahun silam. Ketika itu Lapangan Banteng bertindak sebagai alih fungsi terminal antar kota antara provinsi. Selama itu pula Lapangan Banteng tidak mengalami perbaikan.

Tampak Lapangan Banteng setelah revitalisasi

Tampak Lapangan Banteng setelah revitalisasi (via toptier.id)

Yang terlupakan adalah soal sarana dan prasarana, juga kondisi di lapangan. Kedepannya semoga Lapangan Banteng menjadi tempat terpenting kedua setelah Monas. Revitalisasi tahun 2017 lalu terdiri atas beberapa tahap zona, dimulai dengan pemagaran di sekitar lapangan sepakbola yang sekarang telah memiliki standar internasional.

Total dana anggaran revitalisasi sebesar Rp 77 miliar berasal dari program Customer Social Responsbility (CSR) dan dana kompensasi pelampauan Koefisien Luas Bangunan (KLB) pihak swasta. Pemrov DKI Jakarta telah membangun diorama berupa kumpulan patung tiga dimensi yang bercerita tentang proses pembebasan Irian Barat. Ini terletak pada zona inti Lapangan Banteng, Monumen Pembebasan Irian Barat.

Lapangan Banteng juga memiliki air mancur menari yang keren

Lapangan Banteng juga memiliki air mancur menari yang keren (via validnews.id)

Selain zona inti, revitalisasi dan pembangunan juga dilakukan di kawasan zona taman yang memiliki fungsi untuk mempertahankan pohon-pohon yang sudah ada dan kembali mempertegas konsep ruang terbuka hijau yang di akses oleh publik untuk melakukan aktivitas. Untuk zona taman, luasnya mencapai 14.060 meter persegi. Salah satu alasan revitalisasi Lapangan Banteng sebagai taman terbuka untuk publik adalah dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018 lalu. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Detail Lapangan Banteng

Lapangan Banteng berdiri pada 1632, dilakukan revitalisasi dari semula sebagai terminal antar kota antar provinsi, sejak 1981 dijadikan taman kota. Revitalisasi Lapangan Banteng dilakukan dalam tiga zona :

Zona Pembebasan Irian Barat

  • Pembangunan diorama pembebasan Irian Barat.
  • Amphitheater untuk konser musik dan pertunjukkan.
  • Luas : 41.609 meter persegi.
  • Biaya : +/- Rp 48 miliar.

Zona Lapangan Olah Raga

  • Ada 5 lapangan futsal, 2 lapangan basket, 1 lapangan inti.
  • Luas : 967 meter persegi.
  • Biaya : =/- Rp 6,9 miliar.

Zona Taman

  • Luas : 14.060 meter persegi.
  • Biaya : +/- Rp 14 miliar.

 

 

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.