RPTRA Wujudkan Kota Layak Anak


Jakarta Ramah Anak

Halo Jakartans! Ada beragam aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Mulai bermain, berolah raga hingga belajar. RPTRA juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mewujudkan Jakarta Kota Layak Anak (KLA).

Bersama dengan sembilan provinsi lainnya di Indonesia, Jakarta ditunjuk sebagai pilot project pengembangan kabupaten / kota layak anak. Seluruh perangkat mewujudkan Kota Layak Anak dibentuk dengan mengacu pada 31 kriteria, di mana lebih dari separuh kriteria tersebut ada di RPTRA.

Sebagai tahap awal, pada 2015 Pemprov kemudian membangun sejumlah RPTRA. Ada sekitar enam titik saat itu. RPTRA Sungai Bambu di Jakarta Utara menjadi RPTRA pertama yang diresmikan Provinsi DKI Jakarta pada Mei 2015. Selanjutnya, secara masif Pemprov DKI Jakarta terus membangun RPTRA-RPTRA di seluruh wilayah Jakarta hingga saat ini. Daerah-daerah permukiman kumuh, padat penduduk, dan rawan masalah sosial jadi sasaran Pemprov sebagai lokasi pembangunan RPTRA. Daerah-daerah “rawan” di sulap menjadi sebuah ruang publik dengan fasilitas yang lengkap.

Penampakan Kali Jodo dari atas

Penampakan Kali Jodo dari atas (via upnyk.ac.id)

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan 200 RPTRA di seluruh wilayah DKI. Saat ini, setidaknya sudah ada 189 RPTRA yang berdiri. Salah satu RPTRA yang cukup fenomenal adalah Kali Jodo yang menyatu dalam kawasan RTH Kali Jodo di Jakarta Utara. Di sini, Pemprov DKI Jakarta berhasil mengubah wajah Kali Jodo sebagai tempat prostitusi menjadi arena bermain, berolah raga dan berinteraksi warga Jakarta.

Dengan berbagai fasilitas yang ada di RPTRA, diharapkan anak-anak Jakarta dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam peta demografi Jakarta, anak-anak sendiri menyumbang porsi yang cukup besar. Setidaknya 34 persen dari total penduduk Jakarta adalah anak-anak.

Berdampak Luas

Sebagai ruang publik, RPTRA sejatinya tidak hanya untuk anak-anak. Ruang publik tersebut di desain multi fungsi. RPTRA membuka berbagai ragam layanan, mulai layanan untuk anak-anak, keluarga hingga kebencanaan. Informasi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMKB) DKI Jakarta menyatakan kehadiran RPTRA di tengah masyarakat membawa dampak yang signifikan. Indikator keberhasilan RPTRA di Jakarta pun terukur. Pertama adalah tersedianya ruang terbuka dan ruang bermain untuk anak-anak. Angka kunjungan ke RPTRA pada tahun 2017 pun tinggi.

Anak-anak sedang memanfaatkan RPTRA sebagai tempat bermain dan berolahraga

Anak-anak sedang memanfaatkan RPTRA sebagai tempat bermain dan berolahraga (via gresnews.com)

Dari data yang dikumpulkan, jumlah kunjungan ke RPTRA rata-rata mencapai ratusan orang per hari. Survei kepuasan pelanggan yang dilakukan pada Januari 2017 silam juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap RPTRA tinggi. Mencapai 99 persen. Dampak lain RPTRA adalah mengurangi tawuran antar warga. Ini karena interaksi antara masyarakat terbangun secara alamiah melalui kehadiran RPTRA dan beragam kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.