Rumah Sakit Khusus Terpadu Penyakit Tidak Menular



Agar Cepat Tangani Penderita Kanker dan Jantung

Halo Jakartans! Warga DKI Jakarta akan segera memiliki Rumah Sakit Khusus Terpadu Penyakit Tidak Menular. RS yang terletak di Jl. Kyai Tapa No.1 Tomang, Jakarta Barat, diharapkan bisa melakukan penanganan cepat terhadap penderita kanker dan jantung.

Rumah Sakit Khusus Terpadu Penyakit Tidak Menular memang berfokus pada dua penyakit utama : kanker dan jantung. Keduanya sama-sama mengancam dan perlu perhatian khusus. Jumlah penderita kanker, misalnya menurut WHO akan melonjak hingga tujuh kali lipat pada 2030. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Tak heran jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaruh perhatian besar terhadap kedua penyakit tersebut. Tidak tanggung-tanggung, anggaran pembangunan rumah sakit mencapai Rp 5 triliun, meliputi pembangunan gedung dan perlengkapan rumah sakit. Mekanisme penganggaran diusulkan melalui KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pengusulan KPBU telah dirapatkan dan disusun agar RS yang jadi impian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sejak 2014 tersebut segera dibangun.

Pihak Pemprov tidak ingin gegabah dalam pembiayaan tersebut. Oleh karena itu, melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta perlu dilakukan penelitian atas pembiayaan dengan sistem KPBU yang akan diverifikasi kajiannya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta. Dilakukan studi agar pihak swasta (perusahaan) juga tidak mudah investasi di proyek RS tersebut secara sembarangan.

Desain dari Rumah Sakit Kanker di Grogol yang akan dibangun

Desain dari Rumah Sakit Kanker di Grogol yang akan dibangun (via kompas.com)

Perlu diketahui, model pembiayaan dengan skema KPBU ini telah digunakan sejumlah proyek infrastruktur sosial di Indonesia. Salah satunya pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Provinsi Jawa Timur. Skema tersebut melibatkan pihak badan usaha swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Sumber Waras bahwa lahan pembangunan RS itu merupakan gedung lama RS Sumber Waras yang telah dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta. Gedung tersebut kini telah dikosongkan sejak awal 2017 silam dan telah siap dibangun menjadi RS Terpadu. Proses pelayanan kesehatan sudah pindah ke gedung yang baru dan sebagian masih di gedung yang lama yang memang masih menjadi hak dari RS Sumber Waras.

Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) yang merupakan pemilik lahan telah menyerahkan status lahan tersebut kepada Pemprov DKI. Adapun pembangunannya sudah menjadi tanggung jawab penuh pihak Pemprov DKI. Lahan yang akan dibangun untuk RS Khusus ini telah dibeli sebesar Rp 800 miliar melalui APBD Perubahan tahun 2014.

Tim Pembangunan

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah dalam proses menyiapkan tim pembangunan RS itu agar proses pembangunan dapat dimulai. Bila timnya sudah dibentuk, maka bisa dapat langsung bergerak. Pembangunan RS Khusus ini sangat penting bagi masyarakat Jakarta, karena selama ini penanganan penderita kanker maupun jantung tidak bisa ditangani dengan cepat dengan alasan antrian maupun kurangnya kamar. Akan sangat berbahaya bagi penderita jika harus terlalu lama menunggu operasinya.

Data dari Dinkes DKI Jakarta mengungkapkan, penderita kanker yang menjalani penindakan dengan radioterapi di RS Kanker Dharmais harus menunggu antrian hingga satu bulan. Selain itu, penderita kanker harus mengantri sekitar dua atau tiga bulan di RS Kanker Dharmasi dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hal yang sama untuk penderita jantung yang harus menunggu operasi 12 hingga 18 bulan di RS Harapan Kita. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Rencana RS Khusus Terpadu Penyakit Tidak Menular

  • Jenis RS ini dengan unggulan layanan Cardiology, Oncology, dan Brain Neuro Centre.
  • Kelak RS akan dibangun RS Khusus Kelas A dengan kebertahapan pembangunan dimulai dari Kelas B dengan masing-masing jumlah tempat tidur 300 untuk Cardiology, 255 untuk Oncology, 275 untuk Brain Neuro Centre, dan 270 Palliative Care.
  • RS ini akan dibangun di atas lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras yang telah dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.