Rumah Susun di DKI Jakarta


Rusunawa KS Tubun di Palmerah yang menanti dihuni oleh warga Jakarta

Rusunawa KS Tubun di Palmerah yang menanti dihuni oleh warga Jakarta (via kompas.com)

Halo Jakartans! Rumah Susun (Rusun) disediakan oleh Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI Jakarta untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun masyarakat kelas menengah. Mengapa Rusun? Karena di DKI sangat susah mendapatkan lahan luas untuk pembangunan rumah datar.

Sejak 1994, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah melakukan pembangunan perumahan dalam bentuk rumah susun sederhana bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah melalui kegiatan pembangunan rumah susun sederhana sewa beli / milik (Rusunawa dan Rusunawi). Rusunawa dan Rusunawi memiliki pengaturan sama ketatnya demi tercapainya hunian yang tepat sasaran.

Ketentuan khusus bagi yang ingin tinggal di Rusunawa yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI :

  1. Calon penghuni Rusunawa adalah warga Provinsi DKI Jakarta yang terkena langsung pembangunan rusun.
  2. Warga yang terkena pembangunan prasarana kota (warga terprogram).
  3. Warga permukiman kumuh berat di sekitar lokasi pembangunan rusun.
  4. Warga masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah yang belum mempunyai rumah tinggal sendiri dan memenuhi persyaratan administrasi.

Mengatasi Mafia Rusun

Untuk mengatasi penyalahgunaan rusun, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan penghuni rumah susun memiliki :

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai alamat rusun.
  • Kepemilikan rekening bank untuk autodebet retribusi setiap bulannya.

Selain itu, pihak Pemda DKI juga menyiapkan seperangkat aturan-aturan lain untuk mencegah dan menindak praktik-praktik alih sewa atau malah jual beli rumah susun yang tidak sesuai peruntukannya tersebut diantaranya dengan melakukan sidak berkala.

Konsep Pembangunan Rusun Terpadu

Pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, telah disiapkan konsep pembangunan rusun terpadu di sejumlah pasar tradisional di ibu kota. Di atas pasar terdapat rusun terpadu. Rusun diletakkan di atas pasar, yang bisa menampung pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar lokasi. Pembangunan rusun terpadu telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.

Rumah Susun Sederhana DKI Jakarta

Pembangunan rumah susun sederhana di DKI Jakarta oleh instansi Pemerintah.

Jakarta Pusat :

  • Wilayah : Karang Anyar, Jati Rawa Sari, Kemayoran, Tanah Tinggi, Jati Bunder, Kebon Kacang, Tanah Abang, Bendungan Hilir, Karet Tengsin, dan Petamburan.
  • Total luas lahan : 241,283 meter persegi.
  • Jumlah unit : 7,585 unit.

Jakarta Utara :

  • Wilayah : Semper Barat,  Flat Pluit, Penjaringan, Muara Angke, Suka Pura, Kapuk Muara, Cilincing, Sindang, Marunda, Rorotan, dan Blok Nagrak.
  • Total luas lahan : 496,069 meter persegi.
  • Jumlah unit : 7,427 unit.

Jakarta Barat :

  • Wilayah : Bulak Wadon, Cengkareng, Tambora, Cengkareng (Budha TzuChi), Pegadungan, Semanan, dan Daan Mogot.
  • Total luas lahan : 189.776 meter persegi.
  • Jumlah unit : 4,522 unit.

Jakarta Selatan :

  • Wilayah : Tebet Barat dan Pasar Jumat.
  • Total luas lahan : 23,505 meter persegi.
  • Jumlah unit : 520 unit.

Jakarta Timur :

  • Wilayah : Pulo Mas, Pulo Gadung, Klender, Cipinang Besar Utara, Pondok Bambu, Pulau Gebang, Kalimati (Bidara Cina), Pulo Jahe, PIK Pulo Gadung, Tipar Cakung, Pinus Elok, Cakung Barat, Cipinang Besar Selatan, Komarudin, Pulo Gebang / Wika, Jatinegara Kaum, dan Rawa Bebek.
  • Total luas lahan : 1,476,514 meter persegi.
  • Jumlah unit : 23,772 unit.

(Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.