Sekilas Tentang Lebaran Betawi


Halo Jakartans! Lebaran Betawi adalah salah satu program kegiatan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang merupakan agenda rutin tahunan. Diselenggarakan setiap tahun sekali bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta. Lebaran Betawi mulai dilaksanakan sejak tahun 2008, dengan berpindah-pindah tempat dan bergantian di lima wilayah kotamadya dan kabupaten di DKI Jakarta.

Berawal keinginan dari H. Amrullah Ashab atau biasa disapa Bang Uwo, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua Bamus. Bang Uwo menginginkan agar tradisi orang Betawi dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dengan kunjungan dari seorang anak yang lebih muda kepada orang tua atau yang lebih tua dengan membawa barang bawaan (hantaran) direfleksikan di lapangan terbuka dalam acara Lebaran Betawi.

Suasana keramaian di Lebaran Betawi 2018 di Setu Babakan

Suasana keramaian di Lebaran Betawi 2018 di Setu Babakan (via tribunnews.com)

Ide tentang Lebaran Betawi tersebut kemudian disampaikan kepada Muhayat yang waktu itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta dan Silviana Murni sebagai Walikota Jakarta Pusat ketika itu. Ternyata usulan ide tersebut mendapat sambutan baik oleh kedua tokoh Betawi tersebut yang berjanji siap mendukung acara Lebaran Betawi.

Selanjutnya hal itu dilaporkan kepada Ketua Umum Bamus yang waktu itu diketuai oleh Nachrowi Ramli, kemudian menetapkannya sebagai program kegiatan resmi Bamus Betawi. Setelah itu, program kegiatan Lebaran Betawi disampaikan kepada Ketua Dewan Pembina Bamus Betawi yang sekaligus Gubernur DKI Jakarta (2007-2012), Fauzi Bowo. Ibarat kata “gayung bersambut”, ternyata Ketua Dewan Pembina sangat mendukung program tersebut dan menetapkan Lebaran Betawi menjadi agenda tetap yang diselenggarakan tiap tahun sekali.

Lebaran Betawi adalah upaya melestarikan budaya asli Betawi

Lebaran Betawi adalah upaya melestarikan budaya asli Betawi (via tribunnews.com)

Jadilah Lebaran Betawi sebagai program unggulan Bamus Betawi yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dan untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2008 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sejak itu berturut-turut dilaksanakan secara bergantian di lima wilayah administratif DKI Jakarta. Tahun berikutnya 2009 berlangsung di Ragunan, Jakarta Selatan, tahun 2010 di Sentra Primer Puri Indah Jakarta Barat, tahun 2011 di Lapangan Sepakbola BPLK PIK Cakung Jakarta Timur, tahun 2012 di lapangan eks Djabesmen Kelapa Gading Jakarta Utara, tahun 2013 dan 2014 di area Monas, tahun 2015 dan 2016 kembali di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, dan tahun 2017 di Setu Babakan. Mulai dari tahun 2017 dan seterusnya juga akan selalu di helat di Setu Babakan sebagai ikon kampung Betawi. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.