Sekolah Sungai Ciliwung Sadarkan Warga Lebih Peduli Alam dan Lingkungan


Halo Jakartans! Secara geografis, hampir sekitar 40 persen area wilayah kota Jakarta terletak dibawah permukaan air laut. Tak heran jika ibukota tercinta ini rawan banjir dari dulu. Itulah mengapa sejak jaman penjajahan, kolonial Belanda terus berusaha untuk banyak membangun infrastruktur perairan seperti dam, bendungan, serta waduk di wilayah Jakarta (dahulu Batavia). Kalau Anda tahu, Banjir Kanal Barat (BKB) adalah salah satu hasil karya desain pengairan dari Belanda yang berfungsi untuk memastikan saluran air berlebih langsung teralirkan menuju ke laut, sehingga resiko banjir akan berkurang. Banjir Kanal Barat dimulai dari Kali Malang, Ciliwung, Matraman, Manggarai, Karet, Cideng, Krukut, hingga Muara Angke.

Setelah kita merdeka, Banjir Kanal Timur (BKT) yang melengkapi masterplan sistem tata air Ibukota dari Belanda telah selesai dikerjakan. Kanal ini untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur dengan menampung air yang melewati Cipinang, Sunter, Buaran, Kramat Jati, dan Cakung. Walau pun begitu, Jakarta tidak sepenuhnya bebas dari bencana banjir. Tidak hanya peran Pemprov DKI Jakarta saja, seluruh komponen warga masyarakat wajib turut serta berperan aktif bekerja sama.

Sekretariat Sekolah Sungai Ciliwung

Sekretariat Sekolah Sungai Ciliwung (via kompas.id)

 

Aktivitas rafting yang nyaman dapat dilakukan dengan adanya aliran kali Ciliwung yang bersih

Aktivitas rafting yang nyaman dapat dilakukan dengan adanya aliran kali Ciliwung yang bersih (via tribunnews.com)

Untuk mencintai alam, kita harus menghargai lingkungan sekitar terlebih dahulu. Dulu kali Ciliwung yang merupakan salah satu sungai utama yang membelah Jakarta, terkenal dengan kesemrawutannya. Tapi dimulai pada era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, sudah banyak perubahan drastis untuk kebersihan Kali Ciliwung. Telah dilakukan penataan dan penertiban di sepanjang kawasan sungai Ciliwung. Terima kasih kepada Bapak Basuki atas tekad dan keberaniannya!

Tampaknya, program ini tetap akan diprioritaskan dan dilanjutkan oleh Gubernur DKI saat ini, Anies Baswedan. Salah satunya dengan peresmian Sekolah Sungai Ciliwung oleh Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali di Saung Edukasi Ciliwung, Jalan Arus RT. 007/RW. 01 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa pada Senin, 26 November ini.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali meresmikan Sekolah Sungai Ciliwung yang bekerja sama dengan PT PLN

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali meresmikan Sekolah Sungai Ciliwung yang bekerja sama dengan PT PLN (via indopos.co.id)

 

Sekolah Sungai Ciliwung diharapkan mampu mengajak warga untuk lebih peduli dengan alam dan lingkungan sungai

Sekolah Sungai Ciliwung diharapkan mampu mengajak warga untuk lebih peduli dengan alam dan lingkungan sungai (via salingnews.com)

Proyek sekolah yang bertujuan untuk media pembelajaran dan edukasi ekosistem lingkungan ini digagas oleh Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dengan didukung oleh bantuan program Customer Social Responsibility (CSR) dari pihak PT. PLN (Persero). Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung memang dikenal sebagai pionir dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam wilayah Ciliwung. Sudah banyak warga sekitar yang sadar dan turut aktif berpartisipasi menjaga bantaran kali dari sampah. Mau tidak mau memang kita harus dekat dan bersahabat dengan alam. Memperlakukan alam dengan baik adalah kunci keseimbangan hidup di kota yang rawan bencana seperti Jakarta ini.

Semoga kelak, banyak sekolah alam di kali-kali yang ada di seluruh wilayah Jakarta ini. Kita butuh banyak sekolah-sekolah alam lainnya guna menunjukkan kepedulian kita semua terhadap kebersihan sungai demi mengurangi resiko bencana banjir di Ibukota.

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.