Sensasi Gulai Sederhana yang Melegenda



Gulai Tikungan Blok M

Halo Jakartans! Terletak di persimpangan Jalan Bulungan dan Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan, sajian kuliner legenda ibukota masih menjadi primadona pecinta kuliner. Kuliner ini telah ada sejak tahun 1980-an, yang sering dikunjungi artis, pejabat, hingga rakyat menengah ke bawah.

Adalah Gulai Tikungan atau dikenal Gultik, menawarkan sensasi gulai lezat yang dimasak dalam kuali tanah dengan pikulan khasnya. Dinamakan gulai tikungan karena banyak pedagang gulai yang mangkal di tikungan jalan tersebut. Meski berada di pinggir jalan, citarasa gultik ini tidak kalah dengan sajian gulai di restoran-restoran ternama.

Setidaknya, ada 40 pedagang Gultik yang menempati trotoar di tikungan dekat Blok M Plaza tersebut. Setiap pedagang, telah menyiapkan 30-40 kursi untuk pelanggannya. Jadi, meski banyak pembelinya, jangan takut tidak kebagian tempatnya.

Kuliner Gultik yang kian ramai menjelang larut malam

Kuliner Gultik yang kian ramai menjelang larut malam (via rekomendasikuliner.wordpress.com)

Apalagi, sensasi kuliner pinggir jalan ini memberikan citarasa gulai daging sapi yang khas berbalur wangi rempah-rempah. Para penjual yang datang dari Solo ini menghadirkan sajian kuah gulai dari santan yang tak terlalu kental yang disiramkan dalam sepiring nasi. Kuah gulai ini berisikan irisan daging sapi, urat, tetelan, lemak, dan jeroan serta taburan bawang merah dan kerupuk ditambah kecap sesuai selera.

Untuk Anda yang menyukai pedas, Anda bisa meminta sambal pada pedagangnya langsung. Rasanya memang sederhana, namun tetap menggugah selera. Gurihnya gulai dipadu dengan manisnya kecap dan pedasnya sambal cukup untuk membuat ketagihan.

Rp 10 Ribu Per Porsi

Dari sisi harga, bagi masyarakat Jakarta pasti terjangkau hanya Rp 10 ribu per porsi. Maka tak heran, begitu kita merasakannya pasti satu porsi pun tak akan cukup karena selain memang enak, porsi yang dijual pun tak terlalu banyak. Selain gulai, ada juga sate telur puyuh yang dibanderol Rp 5 ribu per tusuk serta minuman kemasan yang juga dibanderol harga sama sebagai pelengkapnya.

Gultik yang disajikan hangat ini, sangat cocok menemani pecinta kuliner malam hari. Apalagi, para pedagang Gultik ini mulai membuka dagangannya dari sore hingga dini hari. Pas banget untuk menemani warga Jakarta yang melepas lelah dengan rutinitas yang super sibuk.

Gultik atau Gulai Tikungan

Gultik atau Gulai Tikungan (via tokeboy.co.id)

Jangan heran juga, jika kita mencicipi Gultik saat akhir pekan selalu dikerubuti banyak pengunjung lainnya. Kuliner ini menjadi tongkrongan asyik bagi para kawula muda karena dekat mal, SMAN 6 dan SMAN 70, juga dekat Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito. Kita juga harus siapkan uang receh karena akan ada banyak pengamen yang datang silih berganti menemani santap malam di pinggir jalan tersebut.

Dituturkan salah satu pedagang Gultik, Parman, 47 tahun, Gultik itu dikenal sejak tahun 1979. Mulai dari 1-2 pedagang, lalu belasan pedagang, hingga kini terus berkembang dan dibatasi hanya 40 pedagang. Semua pedagang itu berasal dari kampung yang sama di Solo, Jawa Tengah.

“Buka setiap hari, tak mengenal hari libur. Lebaran saja tetap buka, karena para pedagang di sini selalu bergantian jualan dengan saudaranya di kampung. Semuanya orang Solo dan rata-rata satu kampung,” ujar Parman. Suami dari Mardiah, 47 tahun, ini mengakui, kuliner gultik paling ramai dikerubuti pembeli saat akhir pekan. Meski dibanderol hanya Rp 10 ribu per porsi, omsetnya bisa mencapai Rp 1-2 juta dalam semalam. Namun, saat hari kerja dirinya hanya bisa menjual 100 – 200 porsi saja.

“Dalam sehari, modal yang kita keluarkan bisa mencapai Rp 600 – 700 ribu. Itu untuk 10 liter beras. Kalau hari biasa, habis setengahnya saja sudah lumayan. Masih kebagian untung sekitar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Tapi kalau akhir pekan, sangat ramai,” kata ayah satu anak ini.

Nasi gulai daging sapi yang nikmat

Nasi gulai daging sapi yang nikmat (via nibble.id)

Diakuinya, rasa gulai yang disajikan selalu menjadi magnet bagi pecinta kuliner di Ibukota. Gulai yang dijual di kawasan ini merupakan gulai sapi. Meski daging sapi sempat mahal saat Hari Raya, gulai yang dijualnya tetap dibanderol Rp 10 ribu per porsi.

“Mulai ramai itu jam 21.00 ke atas. Karena itu jam bubar karyawan yang bekerja di mal. Bahkan, sampai dini hari juga masih ada yang beli, “biasanya dia habis dari tempat hiburan malam, lapar lalu makan di sini,” ucapnya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Resep Gulai Sapi

A. Bahan untuk membuat gulai sapi :

  1. 1000 gram daging sapi, potong dengan bentuk dan ukuran sesuai selera.
  2. 1 liter santan kental yang dibuat dari 2 butir kelapa.
  3. 2 liter santan encer yang dibuat dari kelapa parut sisa membuat santan kental.
  4. Mentega atau margarin secukupnya untuk menumis.

B. Bahan pelengkap :

  1. 20 buah cabai rawit merah utuh.
  2. 100 gram kol, rajang lembut.
  3. Lada putih bubuk.
  4. Kecap manis.
  5. 3 buah tomat, masing-masing dipotong menjadi 8 bagian.

C. Bumbu yang dihaluskan :

  1.  8 siung bawang putih.
  2. 16 siung bawang merah.
  3. 4 sendok teh biji ketumbar, disangrai.
  4. 1 sendok teh jintan, disangrai.
  5. Kunyit seukuran jari kelingking.
  6. Jahe seukuran jari kelingking.
  7. 8 butir kemiri, disangrai.

D. Bumbu pelengkap :

  1. 6 butir cengkeh.
  2. 4 buah kapulaga.
  3. 8 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya.
  4. Lengkuas seukuran jari kelingking.
  5. 2 lembar daun kunyit.
  6. 3 batang serai, gunakan bagian putihnya saja, kemudian dimemarkan.
  7. Garam, gula pasir, dan lada putih bubuk secukupnya.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.