Setu Babakan, Keaslian Kota Jakarta


Halo Jakartans! Jakarta merupakan kota metropolitan yang memiliki magnet kuat sehingga masyarakat luar kota berbondong-bondong mengadu nasib di kota gemerlap ini. Baik dari Pulau Jawa maupun pulau-pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya.

Penduduk DKI Jakarta memang beragam suku dan budayanya. Namun Betawi adalah suku asli Jakarta yang memiliki budaya khas dan masih terus bertahan hingga sekarang. Untuk menjaga kelestariannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2000 meresmikan suatu perkampungan Betawi bernama Setu Babakan sebagai lahan konservasi kebudayaan Betawi. Bukan hanya lahan konservasi, Setu Babakan juga seringkali menjadi destinasi rekreasi bagi masyarakat yang ingin merasakan keaslian Kota Jakarta.

Perkampungan Setu Babakan berlokasi di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas 32 hektar yang sumber airnya dialirkan dari Sungai Ciliwung. Selain berguna untuk tempat penampungan air, danau ini juga dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk memancing dan berwisata air seperti sepeda air, bebek kayuh, perahu naga dengan penumpang beregu, atau sekedar melihat penduduk menjala ikan di pagi hari, juga memancing di area yang tersedia, baik yang menghadap danau ataupun di empang-empang sewaan sekitar danau. Lahan luas hijau adalah area bagi yang menyukai aktivitas olah raga pagi, jalan kaki, lari, bersepeda, atau senam gerak badan. Jalur trek yang mengitari danau luas adalah rute nyaman sepanjang mata memandang.

Gapura kampung Betawi Setu babakan

Gapura kampung Betawi Setu babakan (via tokopedia.com)

Perkampungan Setu Babakan memberikan gambaran yang berbeda dari kata “metropolitan”. Kata yang sering digunakan untuk mendeskripsikan Kota Jakarta. Disambut dengan Gapura Besar bertuliskan “Pintu Masuk I Bang Pitung Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan” Anda bisa memulai petualangan di ‘Betawi’. Hamparan rumah berarsitektur khas Betawi hingga panggung untuk pergelaran kesenian khas setempat untuk menghiasi isi Kampung Betawi ini.

Tak hanya pertunjukan pagelaran kesenian khas Betawi, di kampung ini juga diadakan berbagai perayaan tradisi seperti upacara pernikahan, sunatan, akekah, hatam quran, nujuh bulan, dan banyak lagi lainnya pada bulan Juli tiap tahunnya. Terdapat juga pementasan beragam kesenian tradisional Betawi di panggung pentas budaya yang secara periodik mementaskan kelompok kesenian budaya Betawi dari seantero Jabodetabek secara bergantian di setiap akhir pekan, pusat informasi dan dokumentasi ke-Betawi-an, serta dibuka pelatihan dan kursus kesenian tari, musik tradisional, dan pencak silat ‘Beksi’ asli Betawi. Jadi para pengunjung dapat mengatur jadwal jika ingin menyaksikan pertunjukan seni khas Betawi di Kampung Setu Babakan. Jika ada pengunjung yang ingin menyelenggarakan upacara adat dapat melakukannya di kampung ini dengan perjanjian terlebih dahulu.

Danau buatan dengan wahana wisata air di Setu Babakan

Danau buatan dengan wahana wisata air di Setu Babakan (via indonesiakaya.com)

Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi, seperti memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Pelestarian akan alam menjadi prioritas hidup kebanyakan penduduk di perkampungan ini. Hal ini tergambar dari rumah-rumah penduduk yang terlihat asri dengan ditumbuhi pepohonan.

Rumah-rumah penduduk yang terdapat di perkampungan Setu Babakan masih amat kuat dengan nuansa asli Betawi. Baik eksterior bangunan maupun interior. Terdapat 3 tipe bangunan khas Betawi pada kampung ini. Yang pertama ialah rumah Betawi Gudang atau Kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo. Bangunan masjid dan rumah-rumah kampung, bahkan warung kios makanan juga tak luput dari karakter arsitektur Betawi.

Rumah Betawi di Kampung Setu Babakan

Rumah Betawi di Kampung Setu Babakan (via theatmojo.com)

Tak kalah menarik ialah kuliner khas Betawi yang terdapat di perkampungan Setu Babakan ini. Kuliner yang sebagian sulit ditemukan di pusat kota Jakarta dapat dengan mudah ditemukan di Setu Babakan ini. Seperti ketupat nyiksa, kerak telor, ketupat sayur, laksa, arum manis, soto betawi, roti buaya, bir pletok, kue apem, toge goreng, dan tahu gejrot.

Akses menuju lokasi Setu Babakan sangat mudah. Banyak kendaraan umum yang melewati kawasan ini. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, telah disiapkan lahan parkir dan Anda dapat berwisata di perkampungan Setu Babakan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda yang disediakan. Wisatawan tidak dipungut biaya untuk berwisata di Setu Babakan ini. Perkampungan ini terbuka untuk umum setiap harinya pada pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.