Stadion Impian Warga Jakarta Segera Terwujud


Halo Jakartans! Sejak Stadion Lebak Bulus terdampak proyek Moda Raya Terpadu (MRT), warga Ibukota tak lagi memiliki stadion untuk tim kebanggaan, Persija Jakarta. Padahal, keberadaan stadion sangat penting untuk mengasah kemampuan para generasi muda Jakarta dalam bermain bola.

Sebelum di Lebak Bulus, para punggawa Persija itu pernah menempati home base di Stadion Menteng dan Stadion IKADA, Jakarta Pusat. Kini, Stadion Menteng berkapasitas 10.000 penonton itu telah disulap menjadi Taman Menteng. Begitu pun dengan Stadion IKADA, telah berubah menjadi kawasan Monumen Nasional (Monas). Kini, Persija Jakarta pun seringkali mengandalkan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat berlatihnya. Padahal, stadion GBK merupakan milik Pemerintah Pusat yang bisa digunakan seluruh rakyat Indonesia, sehingga, seringkali jadwal latihan selalu berbenturan dengan event lain di GBK. Para pecinta Persija pun, baik klub maupun The Jak (pendukung Persija) terus menuntut dibangunkan kembali stadion bagi klub kesayangannya.

Taman BMW, lahan yang menjadi cikal bakal Stadion Persija

Taman BMW, lahan yang menjadi cikal bakal Stadion Persija (via mediaindonesia.com)

Kabar baik pun berhembus. Saat Persija menjuarai Piala Presiden 2018, Pemprov DKI Jakarta memastikan akan segera membangun stadion baru bagi warga Jakarta. Tempatnya di Taman BMW. Taman ini dipastikan steril dari sengketa tanah. Sebab, lahan itu telah diserahterimakan salah satu pengembang, PT Agung Podomoro sebagai kewajiban menyerahkan fasilitas sosial (fasos) / fasilitas umum (fasum) atas SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah).

Informasi dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) atas tanah itu dilakukan pada era Gubernur Sutiyoso. Bahkan, pihak BPAD telah membuat Sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas lahan itu sebanyak empat sertifikat.

Taman BMW ini terletak di Jalan Rumah Sakit Koja, Kelurahan Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini, baru sebuah lapangan luas membentang dengan rapi. Hampir sekelilingnya, dibatasi dengan pembatas beton. Beberapa diantaranya dibiarkan terbuka begitu saja. Hening. Tak terlihat geliat pembangunan sedikitpun.

Lapangan seluas 26,5 hektar ini hanya menampilkan tanah merah dengan rumput-rumput liar di beberapa bagiannya. Di beberapa sudut, terlihat tumpukan beton precast untuk gorong-gorong. Tumpukan beton ini merupakan milik Dinas Sumber Daya Air yang menitipkan sementara asetnya di lapangan itu.

Bertaraf Internasional

Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun stadion bertaraf internasional di Taman BMW ini. Kapasitasnya mencapai 50 ribu penonton. Stadion ini digadang-gadang akan lebih bagus dari Old Trafford di Manchester, Inggris. Pembangunannya dilakukan dengan konsep multievent arena. Sehingga, selain digunakan sebagai stadion sepakbola berstandar internasional, stadion itu juga bisa menampung kegiatan olahraga lain dan konser musik. Total investasi proyek pembangunan stadion ini, Jakarta International Stadium, diperkirakan mencapai total Rp 4,7 triliun.

Fasilitas lainnya, akan dibangun juga masjid tiga lantai seluas 4500 meter persegi. Masjid itu dilengkapi dengan ballroom yang bisa disewa sebagai tempat resepsi pernikahan. Di sekitar masjid akan dibangun retail Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kafe yang diisi oleh pelaku UMKM.

Desain rancangan kawasan Jakarta International Stadium kelak

Desain rancangan kawasan Jakarta International Stadium kelak (via liputan6.com)

Selain itu, akan dibangun juga apartemen, sport club, dan hotel berbintang. Rencananya juga akan dibangun jalur pedestrian, skate park, dan jalur sepeda di sana. Bahkan, Pemprov DKI akan menyiapkan 320 unit rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan tersebut. Ke depannya juga akan sejumlah fasilitas penunjang seperti transportasi publik yang terintegrasi dengan Jakarta International Stadium ini.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta menyebut, pembangunan stadion BMW wajib dilakukan karena telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Namun, pihaknya masih menggodok skema KPBU bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta agar dicapai komposisi yang menarik investor.

Nantinya, Pemprov DKI akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) atau Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) untuk menangani KPBU tersebut. Pokja atau BLUD ini akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.