Sungai, Danau dan Waduk di Jakarta



Mengembalikan dan mengoptimalkan fungsi sungai, danau, dan waduk

Halo Jakartans! Sungai, Danau, dan Waduk (SDW) menjadi bagian penting dari program kerja Pemprov DKI Jakarta selama 2018. Faktanya, baik setu (sungai), danau, maupun waduk di hadapkan pada banyak masalah. Baik limbah dan sampah, eutrofikasi (pencemaran air karena limbah fosfat), hingga pendakalan atau sedimentasi. Penataan kembali menjadi jalan satu-satunya cara mengembalikan fungsi seperti sedia kala.

Penampakan Waduk Ria Rio yang direvitalisasi

Penampakan Waduk Ria Rio yang direvitalisasi (via jakarta-propertindo.com)

Sebenarnya proses revitalisasi ini bukan hal baru di Jakarta. Pada 2013, misalnya, Pemprov DKI Jakarta berhasil merevitalisasi Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio di 2014. Keduanya kini menjadi taman-taman kota yang cantik sekaligus mengembalikan fungsi normal mereka sebagai pengatur tata air dan pengendali banjir Jakarta. Di awal 2000-an, Pemprov DKI Jakarta juga berhasil merevitalisasi dan menata Kawasan Setu Babakan menjadi Kawasan Wisata dan Cagar Budaya Perkampungan Betawi.

Proses revitalisasi yang kini sedang dilakukan secara bertahap tidak saja bisa menggembalikan fungsi ekologis dari danau dan waduk, tetapi juga menggembangkan berbagai sarana wisata lain. Baik itu wisata alam, maupun wisata olah raga. Ini sudah terbukti lewat Kawasan Danau Sunter yang sedang dimanfaatkan sebagai pusat olah raga air seperti jet ski dan dayung.

Waduk Pluit yang kini telah berubah menjadi Taman Kota yang menarik

Waduk Pluit yang kini telah berubah menjadi Taman Kota yang menarik (via jakarta-propertindo.com)

Yang lebih penting lagi, tentu saja dengan SDW yang bersih, fungsi utama sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Jakarta benar-benar terwujud. Ini tentu tidak mudah. Jika SDW ingin bersih dan berfungsi optimal, maka aliran air baik hulu, tengah, maupun di hilir menjelang sampai ke laut pun harus dijaga. Disini, Pemprov DKI Jakarta tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Namun juga perlu kesadaran dari masyarakat.

Pengertian

Danau : cekungan yang terjadi karena peristiwa alami atau sengaja dibuat manusia untuk menampung dan menyimpan air yang berasal dari hujan, mata air atau air sungai.

Waduk : Kolam besar tempat menyimpan air persediaan untuk berbagai kebutuhan.

Situ : Wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alamiah dan atau air permukaan sebagai siklus hidrologi, dan merupakan salah satu bagian yang juga berperan potensial dalam kawasan lindung.

Fungsi Danau / Waduk / Situ

  • Fungsi ekologi : Pengatur tata air, pengendali banjir, habitat kehidupan liar, atau spesies yang dilindungi atau endemik, penambat sedimen, unsur hara, dan bahan pencemar.
  • Fungsi sosial, ekonomi, dan budaya : Sumber air minum, sarana transportasi, keperluan pertanian, sumber protein, industri, pembangkit listrik, olah raga, rekreasi, dan industri wisata.
  • Mengatur sistem hidrologi yaitu dengan menyeimbangkan aliran air antara hulu dan hilir sungai serta memasok air ke kantung-kantung air lain seperti akuifer (air tanah) dengan demikian dapat mengendalikan dan merendam banjir pada musim hujan.

Persebaran Waduk / Danau / Situ di Jakarta

  1. Jakarta Pusat : Situ Taman Ria Remaja (Tanah Abang), Waduk Kebon Melati (Tanah Abang), Situ Lembang (Menteng).
  2. Jakarta Utara : Waduk Marunda (Cilincing), Situ Rawa Kendal (Cilincing), Rawa Rorotan (Cilincing), Waduk Pantai Indah Kapuk 1 dan 2 (Penjaringan), Waduk Muara Angke (Penjaringan), Waduk Pluit (Penjaringan), Danau Sunter (Sunter), Waduk Rawa Badak (Koja), Situ Pademangan, Waduk Teluk Gong (Penjaringan), Waduk Cincin (Tanjung Priok).
  3. Jakarta Selatan : Situ Cisarua Bon-Bin Ragunan, Waduk Mbau (Pancoran), Waduk Kalibata, Situ Ulujami, Waduk Setia Budi, Situ Babakan, Situ Mangga Bolong, Waduk Pondok Labu.
  4. Jakarta Barat : Situ Rawa Kepa, Waduk Empang Bahagia (Grogol), Danau Srengseng (Kelapa Dua), Waduk Tomang Barat, Waduk Wijaya Kusuma, Waduk Semanan, Situ Pondok Badung (Palmerah), Waduk Jelambar, Waduk Hankam, Waduk Peternakan (Cengkareng).
  5. Jakarta Timur : Situ Arman Pekayon Pasar Rebo, Situ Elok, Situ Rawa Badung, Rawa Penggilingan, Situ Bea Cukai, Rawa Wadas, Waduk Ria Rio, Danau Taman Mini Indonesia Indah, Danau Rawa Segaran Ceger, Situ Dirgantara Makassar, Situ Skuadron, Situ Rawa Dongkal, Situ Rawa Kelapa Ciracas.

Tambahan Waduk (dalam proses pengerjaan)

  • Waduk Brigif Jagakarsa, Jakarta Selatan (dimulai sejak April 2014).
  • Waduk Pondok Ranggon I, II, dan III di Cipayung, Jakarta Timur dimulai 2014).
  • Waduk Rawa Lindung (Jakarta Selatan).
  • Waduk Kampung Rambutan di Jakarta Timur (2014).
  • Waduk Marunda I dan II, Jakarta Utara.
  • Waduk Kaja di Ciracas, Jakarta Timur (dimulai Agustus 2017).
  • Waduk Giri Kencana di Cilangkap (April 2014).

Revitalisasi waduk DKI Jakarta dalam 5 tahun terakhir

Era Gubernur Fauzi Bowo :

  • Membangun sejumlah waduk (diantaranya waduk di kawasan Halim Perdana Kusuma dan waduk di Kawasan Pondok Labu Kusum).

Era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama :

  • Pembangunan sejumlah waduk-waduk baru.
  • Revitalisasi Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio.

Era Gubernur Anies Baswedan :

  • Revitalisasi Danau Sunter.
  • Secara bertahap merevitalisasi waduk-waduk di Jakarta.

(Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.