Susah Dicari, Pohon dan Buah Khas Betawi


Halo Jakartans! Sebagai Cagar Budaya Betawi, Condet menjadi tempat penting untuk seni dan budaya Betawi. Sayangnya, buah khas di kawasan ini, dukuh Condet dan salak, sudah punah.

Nama Condet sendiri berasal dari nama anak Sungai Ciliwung, yaitu Ci Ondet. Ondet, atau ondeh, atau ondeh-ondeh adalah nama pohon yang nama ilmiahnya Antidesma diandrum Sprg, atau pohon buni. Buah pohon buni dapat dimakan berbentuk kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang (menyerupai rantai). Saat ini, buni terbilang langka di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta telah menghijaukan kawasan Kalijodo dengan berbagai jenis tanaman langka khas Betawi, seperti jambu bol, maja, matoa, dan lainnya

Pemprov DKI Jakarta telah menghijaukan kawasan Kalijodo dengan berbagai jenis tanaman langka khas Betawi, seperti jambu bol, maja, matoa, dan lainnya (via medcom.id)

Melihat kondisi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berusaha melestarikan buah-buah khas Jakarta seperti Dukuh Condet (Lansium Domesticum), Buni (Antidesma Bunius), Jambu Bol Harman (Syzygium Malaccense), dan Sukun (Artocarpus Artilis). Pada Oktober 2018 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanam pohon khas Betawi di belakang patung IKADA Monumen Nasional (Monas).

Anies turut menanam pohon Dukuh Condet serta menerima Sertifikat Tanda Daftar Tanaman Khas Jakarta yang sudah terdaftar sebagai varietas lokal dari Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI. “Ini dilakukan dalam rangka melestarikan plasma nutfah tanaman yang ada di Jakarta, khususnya tanaman buah-buahan produktif, tanaman hias, dan tanaman langka lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga menghijaukan kawasan Kalijodo dengan berbagai jenis tanaman. Dari belasan jenis tanaman yang ditanam, beberapa di antaranya merupakan jenis tanaman langka khas Betawi seperti jambu bol, maja, matoa, rukem, dan sawo manila.

Buah Kecapi, Asli Betawi

Dahulu masyarakat asli Betawi selalu menanam pohon kecapi di pekarangan rumah. Cara mengupas buah ini pun terbilang unik dengan cara dibanting atau dijepit di engsel pintu. Sayangnya, buah ini kalah populer dengan durian, mangga, dan rambutan yang lebih banyak ditanam oleh warga Jakarta.

Buah Kecapi khas Betawi yang mirip seperti buah manggis

Buah Kecapi khas Betawi yang mirip seperti buah manggis (via alamendah.org)

Buah kecapi juga disebut dengan buah sentul atau sandoricumb koetjape. Tanaman ini berasal dari Indocina dan Malesia bagian barat dan dibawa ke Asia tropis. Pohon ini juga menyebar ke Semenanjung Malaya, Sumatera, hingga ke New Guinea. Berbagai negara menyebut buah kecapi ini adalah sentol, kelampu, ketuat, ranggu, lolly fruit, red santol, dan yellow sentol.

Isi buah kecapi seperti buah manggis yang terdiri dari beberapa buah berwarna putih. Buah kecapi yang matang biasanya akan lebih terasa dominan manis dan sedikit masam. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

5 Pohon Khas Betawi yang Langka di Jakarta

  1. Pohon Gowok. Pohon ini juga disebut kupa, atau kepa ini tersebar di pulau Jawa dan Kalimantan.
  2. Pohon Kecapi. Pohon yang berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya yang kemudian tersebar dan mengalami naturalisasi ke India, Indonesia (Kalimantan, Jawa, dan Maluku), dan Filipina.
  3. Pohon Buni. Jenis pohon ini adalah penghasil buah yang dapat dimakan.
  4. Menteng, Kepundung, atau (Ke)mundung. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.
  5. Buah Alkesa, berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico, dan Hindia Barat. Alkesa memiliki rasa buah yang unik yaitu seperti perpaduan antara lembutnya alpukat dan manisnya ubi jalar, tetapi tidak berserat, namun agak kesat.
Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.