Tari Topeng, Khas Tradisional Betawi


Teatrikal, Berkomunikasi lewat Gerakan

Halo Jakartans! Jakarta tidak hanya terkenal dengan kesenian ondel-ondel. Kota metropolis ini memiliki berbagai kesenian tradisional yang unik. Salah satunya adalah Tari Topeng Betawi.

Tari Topeng Betawi adalah salah satu tarian adat masyarakat Betawi di Jakarta yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan antara seni tari, musik, dan nyanyian.

Seperti pertunjukan teater atau opera, penari menari di iringi suara musik tradisional Betawi seperti Rebab, Gendang besar, Kempul, Kromong tiga, Kecrek, Kulanter, dan Gong Buyung serta nyanyian. Tari Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakan.

Dalam pertunjukannya, Tari Topeng Betawi di awali dengan lagu yang di iringi oleh musik pengiring. Setelah itu para penari keluar sambil menari menggunakan topeng. Gerakan yang dilakukan para penari tergantung pada tema yang di bawakan.

Tema yang di bawakan dalam tarian ini tergolong variatif di antaranya adalah kehidupan masyarakat, cerita legenda, kritik sosial, dan cerita klasik lainnya. Tari Topeng Betawi merupakan tarian yang bersifat teatrikal.

Bagi penari wanita biasanya menggunakan kain panjang dan pakaian kebaya yang di lengkapi dengan selendang. Selain bagian kepala memakai mahkota warna warni yang biasa di sebut dengan kembang topeng. Tidak lupa memakai topeng yang menutupi wajah para penarinya.

Topeng yang digunakan para penari terbuat dari kayu. Topeng ini tidak memakai pengikat pada kepala, namun penari menempelkan ke wajah mereka dengan cara di gigit di bagian dalam topengnya.

Untuk menarikan Tari Topeng Betawi ini tidaklah mudah. Ada 3 hal yang wajib dimiliki para penari topeng Betawi ini. Pertama, penari harus gendes, yaitu luwes atau lemah gemulai. Penari juga harus ceria dan tidak boleh kelihatan sedih saat menari. Terakhir, penari harus lincah dan bergerak bebas.

Tarian Topeng khas Betawi

Tarian Topeng khas Betawi (via weecak.coom)

Perkembangan topeng Betawi tidak lepas dari perkembangan topeng sebagai bagian dari budaya pesisir, terutama di utara Jawa. Menurut tradisi Jawa, pertunjukan topeng mulanya diciptakan oleh Sunan Kali Jaga. Pertunjukan topeng kemudian menyebar dan terus berkembang ke daerah-daerah lain dengan ciri dan coraknya masing-masing.

Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra menilai, topeng Betawi memiliki ciri khas berbeda dan unik karena memadukan sejumlah unsur seni di dalamnya. Mulai dari drama, tarian dan musik, seni busana dan tata rias yang menjadi daya tarik tersendiri. Dalam perkembangannya memang terdapat sejumlah ragam tari topeng, mulai dari topeng cantik, topeng ekspresi, topeng putri, termasuk topeng tunggal.

Di era 70-an, topeng tunggal ini kerap dikaitkan dengan nazar seseorang. Diyakini, dengan pertunjukan topeng tunggal ini, maka semua nazar akan terlaksana. Adalah Mak Inang dan Kong Jiun yang pertama kali menciptakan tarian topeng tunggal ini pada 1930. Keduanya merupakan tokoh seniman Betawi pada masa itu. Dari sejumlah literatur menyebutkan, bahwa tarian topeng tunggal ini mendapatkan pengaruh yang cukup kuat dari tarian topeng kecil yang biasa dimainkan di Cirebon.

Fakta Tentang Tari Topeng Betawi

  • Topeng Betawi dimainkan oleh tiga orang.
  • Warna topeng terdiri dari : panji, putih, jingga, kelana / wara merah tua.
  • Tarian topeng belantek.
  • Tarian tunggal / asli.
  • Topeng terbuat dari kayu yang dilukis sesuai karakter dari kedok itu sendiri.

Detail Tari Topeng Betawi

Tarian ini memiliki 11 gerakan utama di antaranya gibang, selancar, kewer, goyang, dan pablang. Tarian ini memiliki makna yang menggambarkan keseharian sifat dan karakter manusia itu sendiri melalui motif tiga topeng, yakni topeng berwarna putih yang bernama Panji yang merupakan simbol kelembutan perempuan. Sang penari melakukan gerakan tarian dengan lemah lembut.

Kemudian, topeng merah muda bernama Sangga. Sang penari akan lebih atraktif, bahkan lebih agresif saat melakukan gerakan. Ini melambangkan sikap wanita centil yang ingin selalu diperhatikan.

Terakhir, topeng merah tua yang bernama Jingga, digambarkan raksasa yang memiliki tarian mengepalkan tangan dan membuka kaki memasang kuda-kuda. Ini merupakan simbol orang kuat dan angkuh. Tarian ini diiringi instrumen musik seperti rebab, kenceng, kenong, kecrek, gong, dan gendang. Para pemainnya dinamakan Panjak. Ritme musik sesuai motif topeng yang dipakai. Ada karakter halus dan keras sehingga bercampur dalam harmoni yang indah. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

  1. Tari Topeng Betawi merupakan gabungan dari Tari Jaipong asal Sunda dan Opera dari Tiongkok.
  2. Topeng yang digunakan mirip dengan topeng Banjet, Karawang, Jawa Barat.
  3. Tari Topeng Betawi mirip dengan tari Topeng dari Sunda, yang membedakan hanya penggunaan bahasa Betawi.
  4. Dalam pertunjukannya, menggabungkan musik, tari, dan teater. Tarian dalam Topeng Betawi inilah yang disebut Tari Topeng.
  5. Dahulu, Tari Topeng dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menjauhkan dari petaka. Tari ini menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari leluhur. Pada zaman kolonial, tari ini menjadi kritik sosial bagi pemerintah. Setelah zaman kolonial berakhir, tari Topeng bergeser menjadi tari yang ditampilkan di acara-acara pesta atau hajatan.
  6. Tari topeng mempunyai beberapa varian seperti : Tari Lipet Gandes, Tari Topeng Tunggal, Tari Enjot-enjotan, Tari Gegot, Tari Topeng Cantik, Tari Topeng Putri, Tari Topeng Ekspresi, dan Tari Kang Aji.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.