Terminal Pulogebang Dirancang Senyaman Bandara


Terminal Pulogebang yang megah dan mewah

Terminal Pulogebang yang megah dan mewah (via mediaindonesia.com)

Halo Jakartans! Bus-bus tertata rapi dan kendaraan parkir secara teratur. Bunyi klakson dan suara knalpot pun tak banyak terdengar. Ya, begitulah suasana Terminal Terpadu Pulogebang yang diresmikan pada 28 Desember 2016 silam. Megah dan senyaman bandara.

Terminal yang terletak di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur ini konon terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini dibangun pada 2010 di atas lahan seluas 12,6 hektar dengan luas bangunan 5,4 hektar di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

Berbagai fasilitas untuk memanjakan para penumpang pun tersedia, seperti food court, bazar, perpustakaan mini hingga posko kesehatan. Proyek pembangunan terminal ini memakan biaya sekitar Rp 450 miliar. Terminal Pulogebang merupakan percontohan kedua setelah Terminal Solo, Jawa Tengah. Terminal ini dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Ada empat gedung utama yakni gedung A untuk ruangan awak bus beristirahat, gedung B untuk keberangkatan penumpang, gedung C untuk kedatangan penumpang, dan gedung D untuk terminal angkutan kota dan bus TransJakarta.

Konsepnya menggunakan arsitektur modern, futuristik, dan ramah lingkungan. Dirancang oleh arsitek Paul Tanjung Tan. Dialah pemenang pertama sayembara Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pada 2001.

Paul ingin mengatasi masalah-masalah terminal seperti kemacetan, kesemerawutan, dan kriminalitas yang menjadi permasalahan terminal-terminal bus di Indonesia. Oleh karena itu, ia tak hanya memberikan fasilitas naik turun penumpang. Namun juga area bisnis, kuliner, dan peristirahatan untuk awak bus. Berbagai fasilitas ini terinspirasi bandara internasional pada umumnya. Ada pula supermarket dan beberapa ruangan pelayanan masyarakat dan ruangan menyusui. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Detail Terminal Pulogebang

  • Gedung A (luas 1000 meter persegi) : area istirahat awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan ruangan AC dan toilet.
  • Gedung B (luas 2000 meter persegi) : area ruang tunggu penumpang dan area keberangkatan bus AKAP (9 pintu) dengan jumlah jalur 28 unit bus. Dilengkapi ruangan laktasi dan perpustakaan umum.
  • Gedung C (luas 2900 meter persegi) : area kedatangan bus AKAP dan bus dalam kota. Dilengkapi posko kesehatan, posko terminal, dan ruangan laktasi.
  • Gedung D (luas 500 meter persegi) : area keberangkatan dan kedatangan bus TransJakarta.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.