Velodrome Rawamangun Berstandar Internasional, Terbaik di Asia Tenggara


Halo Jakartans! Sejak Januari 2017 Velodrome Rawamangun direnovasi total menjadi sebuah wahana olahraga yang tidak hanya untuk balap sepeda, melainkan juga venue olahraga lain berstandar internasional untuk menyambut Asian Games 2018.

Berdiri di atas lahan seluas 11.908 meter persegi, sebuah gedung megah seluas 649 meter persegi dengan tribun berkapasitas 500 penonton serta sejumlah venue lainnya yang telah selesai pembangunannya. Fasilitasnya sendiri lengkap. Mulai dari paddock, taman, ruang ganti, toilet, serta time trials & pursuit. Stadion tersebut akan digunakan juga untuk pembinaan atlet dan Pelatihan Daerah (Pelatda) dan Pelatihan Nasional (Pelatnas) olahraga Balap Sepeda.

Jakarta International Velodrome di Rawamangun

Jakarta International Velodrome di Rawamangun (via alinea.id)

Adapun pembangunan Velodrome oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghabiskan anggaran hingga Rp 665 miliar yang diambil dari APBD DKI Jakarta. Velodrome Rawamangun menggunakan standar yang sama dengan Velodrome di Brasil. Tempat ini memiliki fasilitas 3.000 kursi yang terdiri dari 2.000 kursi tetap dan 1.000 kursi cadangan, dengan trek sepanjang 250 meter dan lebar 5,5 meter. Ini akan menjadi kebanggaan Indonesia. Pasca renovasi total, Velodrome Rawamangun akan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Sebelumnya, kondisi Velodrome tersebut memang cukup memprihatinkan. Renovasi total menambah banyak sekali hal baru, merombak bangunan lama. Termasuk stadion yang di rancang di dalam ruangan. Masyarakat umum nantinya juga bisa memanfaatkan fasilitas olahraga di sekitar Velodrome.

Velodrome Rawamangun yang megah dan terbaik di Asia Tenggara

Velodrome Rawamangun yang megah dan terbaik di Asia Tenggara (poskotanews.com)

Proyek pembangunan dilakukan oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bekerja sama dengan perusahaan Inggris, ES GLobal. ES Global merupakan perusahaan yang telah berpengalaman membangun Velodrome untuk Olimpiade di London dan Rio De Janeiro. Pihak Jakpro juga telah berkonsultasi dengan induk olah raga Balap Sepeda Internasional (UCI). Setelah selesai dibangun, stadion ini telah direkomendasikan lulus sertifikasi internasional. Di Asia Tenggara, Velodrome Rawamangun menjadi satu-satunya yang mendapat sertifikat. Malaysia sudah mencoba dua kali dan gagal. Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) telah menggelar uji coba di arena tersebut untuk memastikan lintasan layak dipakai bertanding. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Apa saja Fasilitas Velodrome Rawamangun?

  • Dirancang sesuai standar kualifikasi Union Cycliste Internationale (UCI).
  • Menempati lahan seluas 6 hektar, Velodrome dirancang layaknya gelanggang olah raga modern bertaraf dunia.
  • Berkapasitas 3.000 kursi. Terdiri 2.000 kursi tetap dan 1.000 kursi cadangan.
  • Kompleks Velodrome Rawamangun beratap megah dengan bahan khusus serta trek sepeda sepanjang 250 meter dan lebar 5,5 meter memakai kayu impor dari Siberia.
  • Jakarta International Velodrome mengedepankan keamanan, efisiensi tanpa mengabaikan aspek pemasukan dari sisi bisnis.
  • Operasional Velodrome beserta fasilitas penunjang dikendalikan melalui sistem berjaringan terkomputerisasi, mulai sistem parkir, tiket, kamera CCTV, rambu penunjuk arah, papan skor, sistem akses masuk bagi atlet, official dan pengunjung, perlengkapan tata suara serta pengendalian musibah kebakaran.
  • Tersedia area-area khusus. Media di lantai satu dan dua, ruang pemain dan official terletak di lantai satu. Kursi penonton untuk kelas VVIP dan VIP di lantai dua., sementara lantai lima control room. Akses wi-fi ada di setiap lantai.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.