Waspadai Ancaman Pedofilia

Sebarkan artikel ini :

Terungkapnya jaringan pedofilia online meresahkan masyarakat. Untuk ini, hendaknya orangtua selalu mewaspadai penggunaan sosial media bagi anak-anak yang belum dewasa

Terungkapnya jaringan pedofilia online meresahkan masyarakat. Untuk ini, hendaknya orangtua selalu mewaspadai penggunaan sosial media bagi anak-anak yang belum dewasa (via orami.co.id)

Halo Jakartans! Terungkapnya grup pedofilia online oleh Kepolisian belum lama ini cukup menyita perhatian publik, terutama kalangan orang tua. Dari hasil penyidikan Polri, grup pedofilia biasanya merupakan jaringan pedofilia internasional yang beraksi melalui akun media sosial Facebook. Ada lebih ratusan foto anak dan video anak bermuatan seksual di dalamnya.

Di dunia nyata, para pelaku pedofilia biasanya beraksi dengan menggunakan pendekatan yang sangat halus terhadap target korbannya. Mereka biasanya menempatkan diri sebagai sosok sahabat, teman yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Mereka juga memberi iming-iming berupa hadiah sehingga anak merasa nyaman dan percaya mereka orang baik.

Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi kekerasan seksual. Sayangnya, pelaku pedofilia juga bisa siapa saja. Bahkan orang di dalam lingkungan keluarga sekalipun. Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia Anna Surti Ariani mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai keluarga dan membangun kedekatan yang berkualitas antara orang tua dan anak untuk menghindari aksi-aksi kekerasan seksual pada pedofilia. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Tips Terhindar dari Ancaman Pedofilia

1. Bangun Kedekatan dengan Anak

Hubungan yang berkualitas antara anak dan orangtua akan membantu orangtua untuk lebih mengenal anak-anak mereka secara baik. Kebiasaan mereka, sifat-sifat mereka, hingga kecenderungan perilaku mereka. Misalnya ketika tiba-tiba murung atau terlalu bahagia orangtua akan lebih mudah untuk mendeteksi.

2. Anak Harus Paham dengan Organ Intim

Berikan pemahaman kepada anak bahwa tidak boleh ada orang yang menyentuh organ intim mereka. Seperti anus, penis, dada, vagina, dan lain sebagainya. Pemahaman yang utuh dan benar akan membantu anak memahami tentang organ intim milik mereka dan apa yang harus mereka lakukan.

3. Batasi Komunikasi Pribadi dengan Orang Lain

Misalnya sering berdua dengan intensitas yang tidak wajar dan di tempat tertutup. Sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak biasanya terjadi di tempat-tempat yang sepi. Misalnya mobil, toilet, kamar, hingga rumah kosong.

4. Amati Perubahan Sikap

Jika ada perubahan sikap mendadak pada anak, segera cari tahu penyebabnya. Misalnya anak yang biasa ceria mendadak jadi sering murung, gelisah, dan tampak cemas dalam waktu yang lama.

5. Berani Menolak, Cepat Melapor

Jika ada orang yang menyentuh alat kelamin mereka dengan sengaja, meminta anak-anak untuk melakukan hal yang diinginkan seperti mengajak ke toilet padahal tidak ingin buang air besar, air kecil, atau meminta mereka membuka baju, mencium, dan lain sebagainya, anak bisa cepat melapor.

6. Ketika Anak Mengeluhkan Organ Intimnya

Biasanya mereka akan menolak untuk disentuh. Jadi tidak ada salahnya sebagai orangtua untuk memperhatikan bagian organ penting anak-anak mereka, terutama saat mandi. Jika ada yang mencurigakan, segera tanyakan dan mintalah anak untuk jujur.

7. Tidak Mudah Terbujuk

Ajarkan anak-anak untuk tidak mudah terbujuk dengan kata-kata orang lain maupun dengan hadiah-hadiah yang diberikan orang lain. Terlebih orang tersebut baru mereka kenal.

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.