Wisata Pesisir, Ayo Menuju Pulau Seribu


Halo Jakartans! Banyak kalangan menyambut gembira tentang program Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan sektor kelautan dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Terwujudnya cita-cita besar ini tentu ditunggu banyak pihak, baik kalangan akademisi, pengusaha, aktivis lingkungan, pelaut, nelayan, dan masyarakat lainnya.

Laut memiliki segalanya. Tak hanya ikan dan biota laut lainnya, tapi juga kekayaan tambang, energi, panorama, dan potensi lainnya. Transportasi laut juga telah difungsikan manusia sejak berabad silam, dan hingga kini menjadi urat nadi dan perkembangan perdagangan antar negara dan benua. Selain laut sebagai pusat kedaulatan, laut juga berperan sebagai sumber pangan, poros maritim, serta alat dari sarana pemersatu bangsa. Para ahli juga menegaskan posisi penting dan strategis negara kepulauan Indonesia. Konsep ideologi, politik, eknomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan rakyat semesta merupakan konsep yang strategis untuk visi kelautan. Laut, juga menyajikan potensi wisata yang indah khususnya di kawasan pesisir.

Banyak yang bisa dieksplorasi tentang potensi kelautan. Namun, kali ini yang secara luas kita bisa lakukan adalah menjaga keindahannya dan menikmati segenap alam lingkungannya dalam suatu perjalanan wisata. Atau setidaknya sekadar menghirup uap air laut yang terasa masih bersih, karena di kawasan pantai sepanjang Teluk Jakarta, terentang jarak yang agak jauh dari bising dan asap mesin industri maupun asap jutaan kendaraan. Lebih-lebih di Kepulauan Seribu udaranya cukup menyegarkan.

Kepulauan Seribu

Kita bisa menuju perairan Pulau Air, Kepulauan Seribu. Di sana ditemukan keindahan terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Keanekaragaman hayati yang kaya terumbu karang, ikan warna-warni, dan penyu, acap membuat wisatawan seperti tak ingin pulang.

Kapal cepat KM Express Bahari yang melayani rute ke Kepulauan Seribu

Kapal cepat KM Express Bahari yang melayani rute ke Kepulauan Seribu (via express-bahari.com)

Kepulauan Seribu, merupakan gugusan pulau-pulau kecil berjarak tempuh satu sampai dua jam dari Jakarta Utara. Sayang, sarana transportasi masih terbatas. Warga penyedia jasa wisata di Kepulauan Seribu mempunyai paket wisata yang lengkap. Mulai dari akomodasi, makanan, hingga kegiatan di sana. Untuk paket dua hari satu malam, biayanya mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 500.000 per orang. Paket tiga hari dua malam mulai dari Rp 450.000 hingga Rp 600.000 per orang.

Obyek tujuan bisa Pulau Tidung dan Pulau Pramuka, misalnya. Jika mengikuti paket wisata yang disediakan warga, perjalanan dari Jakarta ke Pulau Tidung ditempuh dengan menumpang kapal kayu tradisional, waktu tempuh sekitar dua jam dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal ini bisa mengangkut sampai 200 orang dan bisa disewa. Tetapi, jika ingin memangkas waktu, bisa naik kapal cepat dari Dermaga Kali Adem atau pelabuhan Muara Angke. Dermaga Kali Adem sebenarnya juga terletak di kawasan pelabuhan Muara Angke, sangat dekat jaraknya dengan pelabuhan Muara Angke itu sendiri, akan tetapi kondisinya lebih modern kini. Ongkosnya bervariasi sesuai kelasnya, mulai dari Rp 75.000 per orang. Dermaga Kali Adem di pelabuhan Muara Angke ini dekat juga dengan beberapa dermaga tradisional lainnya.

Dermaga Kali Adem di pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara

Dermaga Kali Adem di pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara (via jakarta.go.id)

Pelabuhan Muara Angke memang kurang nyaman bagi wisatawan. Seluruh permukaan lantainya basah, karena pelabuhan ini juga digunakan untuk pendaratan nelayan-nelayan yang membawa ikan dari laut. Tidak ada kursi buat penumpang selain bangku-bangku saja. Namun, kekurangan itu akan “terbayar” sesampai di Pulau Tidung dengan kejernihan laut hingga ke dasar pantai serta udara sejuk tanpa polusi udara.

Dalam beberapa tahun terakhir, wisata pesisir Pulau Seribu telah dikembangkan warga setempat. Ada banyak kemajuan. Penginapan bukan lagi hanya kamar-kamar di rumah warga, melainkan juga cottage dan hotel, sehingga lebih memberikan rasa nyaman ke wisatawan. Jika sudah tiba di lokasi, tak perlu buru-buru menikmati wisata laut. Lebih baik beristirahat sejenak di penginapan, baru memulai petualangan.

Pulau Tidung yang berpasir putih, benar-benar memikat hati. Di pulau ini menyediakan sejumlah wahana wisata pantai untuk anak-anak hingga dewasa. Antara lain, kano banana boat, doughnut boat, speed boat, dan jet ski. Jika ikut paket, wisatawan umumnya diberikan fasilitas satu kali mencoba banana boat. Untuk wahana lainnya, per orang dikenakan Rp 35.000. Jet ski yang agak menguras dalam isi dompet dengan biaya Rp 300.000 per setengah jam.

Banana boat di Pulau Tidung

Banana boat di Pulau Tidung (via kelilingnusantara.com)

Bagi remaja dan anak-anak, paling seru menikmati banana boat dan doughnut boat bersama teman-teman atau saudara. Banana boat dikenal sebagai perahu berbentuk pisang dan doughnut boat berbentuk donat yang keduanya ditarik kapal cepat. Pengalaman seru menikmati selancar di laut dengan kecepatan tinggi menjadi lebih seru ketika perahu sengaja dibalikkan agar penumpang tercebur ke laut. Saat itu terjadi, jangan khawatir tenggelam, karena semua penumpang dilengkapi rompi pelampung. Wahana-wahana di Pulau Tidung beroperasi hingga sore hari.

Bersepeda

Selain menikmati wahana tersebut, wisatawan bisa keliling pulau dengan sepeda. Model sepeda-sepeda yang disediakan memiliki keranjang di depan untuk menaruh tas dan lainnya. Saat malam hari, waktu bisa digunakan beristirahat sebagai persiapan mengarungi lautan esok hari menuju tempat penangkaran beragam ikan laut serta snorkeling di kawasan Pulau Pramuka, pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, selanjutnya ke Pulau Air.

Perjalanan ke Pulau Pramuka dimulai dari Pulau Tidung dengan menumpang kapal kayu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang hobi memancing, bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan melempar joran. Wisatawan akan tiba di restoran apung dekat Pulau Pramuka yang menyediakan kolam ikan laut berisi ikan hiu, ikan kuwe, ikan kakap, dan sejumlah ikan hias.

Bersepeda santai mengelilingi Pulau Tidung

Bersepeda santai mengelilingi Pulau Tidung (via pinterest.com)

Puas menyaksikan ikan-ikan laut, wisata dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Air yang dapat ditempuh cuma 15 menit untuk snorkeling. Sebelum ke Pulau Air, wisatawan akan diajak ke Pulau Panggang untuk membeli perbekalan. Saat tiba di lokasi snorkeling, pemandu akan memberikan rompi pelampung, kacamata, dan pipa snorkeling untuk bernafas. Bagi yang tidak bisa berenang disediakan rompi pelampung. Perairan Pulau Air merupakan salah satu kawasan terumbu karang luas. Dari atas kapal, hamparan terumbu karang sudah tampak jelas.

Selain peralatan, pemandu wisata juga membawa botol berisi roti yang telah dicampur air sebagai umpan supaya ikan-ikan mendekat. Kesempatan memberikan makan ikan ini sangat menyenangkan karena dapat bersentuhan dengan ikan-ikan laut yang beragam warnanya. Saat tubuh didekati ikan-ikan, ada kalanya timbul rasa sakit karena kaki digigit ikan-ikan tersebut.

Snorkeling di area Pulau Air

Snorkeling di area Pulau Air (via woles-aja.weebly.com)

Yang tak kalah menarik tentu kulinernya. Hidangan ikan bakar pun masuk dalam paket wisata. Ikan bakar yang disajikan jelas ikan segar, dan rasanya lezat. Tampaknya, berwisata tiga hari dua malam terasa tak cukup. Tembang lawas Pulau Seribu yang dinyanyikan Tetty Kadi, yang mengungkapkan panorama elok pada gugusan pulau di utara Kota Jakarta itu benar adanya. Ayo kawan, semua pergi kesana, Pulau Seribu memikat hati, sungguh indah. Angin sepoi-sepoi, ….. Demikian sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi di era 1970-an itu. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.