Yuk, Mengenal Gejala Demensia?


Halo Jakartans! Pernahkah Anda mendapati anggota keluarga di rumah seperti kakek atau nenek, atau bahkan orang tua sendiri memperlihatkan gejala penurunan daya ingat? Jika pernah, maka itu bisa jadi orang terdekat Anda sedang mengalami gejala Demensia atau kepikunan. Gejala tersebut, biasa terjadi pada orang yang berusia lanjut.

Manusia disebut lansia (mereka yang mengalami kondisi sedang dalam perjalanan usia kehidupan, tetapi mengalami kemunduran fisik dan mental). Tanda-tanda seorang mulai masuk dalam usia lanjut, terlihat dari kulit yang mengendur, rambut memutih, gigi mulai ompong, dan pendengaran kurang jelas. Selain itu, penglihatan kurang jelas, gerakan lambat, figur tubuh yang tidak proporsional, serta penurunan fungsi kognitif.

Demensia atau pikun, kata dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah, Gea Pandhita, adalah suatu sindroma penurunan kemampuan intelektual progresif yang menyebabkan deteriorasi kognisi dan fungsional. Sindroma tersebut mengakibatkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari.

Demensia atau pikun lazim ditemukan pada usia lanjut

Demensia atau pikun lazim ditemukan pada usia lanjut (via hellosehat.com)

Contoh lainnya, adalah orang yang mengalami kondisi sesekali lupa kosa kata yang digunakan dalam keseharian. Sementara, orang yang sudah demensia, adalah mereka yang sudah mengalami kesulitan untuk membuat percakapan dalam kehidupan keseharian.

“Jadi tidak bisa langsung mengambil kesimpulan pada seseorang yang mengalami gejala lupa. Harus dipelajari lebih lanjut lagi,” ungkap Gea. Penyakit demensia berkaitan erat dengan fungsi memori, baik yang jangka pendek (short term) yang berhubungan dengan daya ingat, maupun jangka panjang (long term) yang biasanya mengarah pada kondisi defisit saraf tertentu. Pada orang yang mengalami demensia Alzheimer, biasanya sudah tidak ada lagi penambahan memori, meskipun ada stimulasi yang sama dan berulang.

Demensia Berat

Saat seseorang mengalami demensia, ujar Gea, dia tidak hanya sedang mengalami penurunan daya ingat, tapi juga ada gangguan fungi yang lain seperti bahasa, perhatian dan sebagainya. Itu kenapa, pada orang yang terkena demensia, selain penurunan fungsi kognitif dengan gangguan fungsional, terkadang ada juga yang mengalami gangguan perilaku dan merasa pusing.

“Itu jika demensia yang diderita gejalanya sudah berat,” sebut dia. Dengan gangguan seperti itu, penderita demensia dalam keseharian akan memperlihatkan gejala seperti gampang tersulut emosi, gampang menuduh, dan bentuk gangguan psikiatri lainnya.

Selain demensia dengan gejala berat, seseorang bisa dengan mudah disebut terkena demensia, jika dia memperlihatkan gejala yang jelas. Biasanya, demensi seperti itu disebut sebagai demensia vaskular dan biasanya gejala pikun akan dialami setelah terkena stroke, diabetes, ataupun darah tinggi.

“Gejala ini memang bisa terlihat mudah karena sebelumnya mengalami proses dulu,” papar Gea.  Di luar gejala demensia, Gea menambahkan, faktor seseorang mengalami gejala mudah lupa, bisa juga karena usianya sudah semakin menua. Jika kondisinya seperti itu, maka berbagai fungsi kognitif juga akan mengalami penurunan bersamaan, termasuk daya ingat yang sebelumnya bagus menjadi melemah.

Dokter Spesialis Saraf RS Pondok Indah itu menyebutkan, pasien yang terus mengalami penurunan fungsi kognitif, biasanya bisa sampai pada tahap yang dinamakan pra demensia. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

8 Tanda-tanda Demensia

  1. Hilang Ingatan Sesaat : Dapat mengingat masa lalu, tetapi tiba-tiba sering lupa dengan apa yang baru saja dilakukan beberapa jam lalu.
  2. Sulit Berkomunikasi : Tiba-tiba selalu kesulitan dalam merangkai kalimat ketika berbicara. Bisa juga lupa dengan kata-kata yang umum digunakan selama berkomunikasi.
  3. Perubahan Suasana Hati : Meskipun ada banyak penyebab perubahan suasana hati, tapi jika itu cukup ekstrim sehingga menyebabkan depresif dan perilaku agresif.
  4. Apatis : Terjadi perubahan perilaku, seperti tidak menjadi peduli atau apatis dan kehilangan minat pada sebagian besar kegiatan sehari-hari.
  5. Sulit Melakukan Tugas Keseharian : Tiba-tiba merasa sulit melakukan kegiatan sehari-hari dan tugas pekerjaan yang sebelumnya selalu mudah dilakukan.
  6. Kebingungan : Kebingungan dalam mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya mudah dilakukan, tidak mengerti alur cerita yang sederhana, dan bingung menangkap pesanyang disampaikan oleh lawan bicara.
  7. Melakukan Aktivitas Berulang : Sering melakukan aktivitas berulang, padahal baru saja melakukannya atau membicarakan hal yang sama berulang.
  8. Lupa Jalan Pulang : Demensia yang sudah cukup parah, seperti Alzheimer, bisa secara tiba-tiba lupa arah jalan untuk pulang ke rumah atau pun tempat kerja.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.